1.796 KK Terdampak Banjir Mentawai, Bantuan Terkendala Ombak Tinggi

Kondisi saat terjadi banjir di Desa Mongan Poula, Siberut Utara, Mentawai. Menurut BPBD, kini air sudah mulai surut. (Foto: BPBD Mentawai)

Sembilan desa di lima kecamatan di Pulau Siberut, Kabupaten Kepulauan Mentawai terendam banjir, setelah hujan dalam waktu lama sejak Jumat (1/5/2020).

Sebagian warga yang tinggal di sepanjang bantaran sungai, ada yang bertahan dan mengungsi ke tempat lebih tinggi. Saat ini, dilaporkan banjir sudah mulai surut.

Kepala Bidang Kedaruratan dan logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Mentawai Amir Ahmari, mengatakan, jumlah kepala keluarga (KK) terdampak banjir di sembilan desa tersebut mencapai 1.796 KK.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.157 KK berada di lima desa di Siberut Utara, kecamatan terparah terdampak banjir.

“Banjir terparah di Kecamatan Siberut Utara. Ada lima desa yang terkena. Yakni Desa Muara Sikabaluan, Desa Mongan Poula, Desa Sotboyak, Desa Bojakan dan Desa Malancan. Saat ini, air air sudah mulai surut,” ungkap Amir Ahmari, Minggu (3/5/2020).

Sedangkan, empat desa lainnya, kata dia, berada di empat kecamatan lainnya di Pulau Siberut. Yakni Desa Sigapokna Kecamatan Siberut Barat, Desa Saibi Samukop Kecamatan Siberut Tengah, Desa Matotonan Kecamatan Siberut Selatan, dan Desa Sagulubek Kecamatan Siberut Barat Daya.

Hingga saat ini, kata dia, belum ada laporan korban akibat banjir tersebut. Sebagian warga, tetap bertahan di lokasi banjir atau di lantai dua rumah.

“Untuk memenuhi kebutuhan, warga memanfaatkan perahu atau sampan sebagai akses di lokasi air yang masih tergenang. Kini ketinggian air diperkirakan 50 sentimeter hingga 100 sentimeter,” jelas Amir Ahmari.

Sebagian warga memilih mengungsi ke rumah kerabat yang tidak terkena banjir. Mereka warga di Desa Mongan Poula, Sotboyak dan Bojakan. “Banjir ini, oleh sebagian kalangan juga disebut sebagai banjir terparah sepanjang 20 tahun terakhir,” kata Amir Ahmari.

Amir mengungkapkan, pihak BPBD Mentawai masih terkendala dalam menyuplai bantuan ke lokasi banjir karena gelombang laut yang masih tinggi.

Dia berharap banjir dan gelombang laut cepat mereda sehingga Senin (4/5/2020) sudah bisa mengantar bantuan ke lokasi banjir. “Semoga besok (4/5/2020), cuaca bagus, sehingga kita bisa distribusikan beras. Kita juga berharap, banjir cepat surut,” katanya.(esg)