20 Ton Beras Didistribusikan ke 1.796 KK Korban Banjir di Pulau Siberut

Beras bantuan Pemkab Mentawai ketika akan didistribusikan ke lokasi banjir. (Foto: IST)

Setelah sempat terkendala besarnya gelombang laut, mulai Senin (4/5/2020), siang, bantuan beras didistribusikan ke lokasi banjir yang merendam lima kecamatan di Pulau Siberut, Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Dua unit kapal antar-pulau KLM Nade dan KMP Bakkat Minuang dikerahkan Pemkab Mentawai untuk membawa 20 ton beras ke lokasi banjir.

Bupati Mentawai Yudas Sabaggalet mengatakan, beras tersebut akan didistribusikan kepada 1.796 kepala keluarga yang terdampak banjir. Ini langkah lanjutan dari tanggap darurat banjir yang ditetapkan pada awal Mei 2020 lalu.

“Meski kita diuji dengan berbagai bencana, namun, kita tidak diam, seperti anggapan sebagian kalangan. Kita tetap mengupayakannya. Seharusnya, bantuan ini diantar pada awal kejadian, namun, karena kondisi gelombang laut yang besar, baru bisa didistribusikan sekarang (4/5/2020),” ungkapnya.

Menurut Yudas, bencana yang datang silih berganti akan membuat masyarakat Mentawai makin tangguh. Karena itu, masyarakat mesti bersabar dalam menghadapi kondisi atau bencana yang melanda. Apalagi, di tengah pandemi Covid-19 seperti sekarang.

“Saya yakin, Mentawai akan bisa bangkit dan sejajar dengan daerah lainnya di Sumatera Barat. Virus ataupun bencana pasti akan berakhir. Kejadian ini akan membuat kita menjadi kabupaten yang kuat dan tangguh,” ujarnya.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mentawai, Amir Ahmari mengatakan, saat ini banjir di sembilan desa di lima kecamatan di Pulau Siberut sudah mulai surut. Pihaknya tengah mendistibusikan bantuan beras tersebut.

“Saat ini, kami tengah mendistribusikan beras untuk korban banjir menggunakan kapal KLM. Nade dan KMP. Bakkat Minuang. Cuaca di laut juga cukup bagus,” ungkapnya.

Sebelumnya, banjir melanda sembilan desa di lima kecamatan di Pulau Siberut awal Mei 2020. Sekitar 1.796 KK terdampak. Sebanyak 1.157 KK di antaranya berada di lima desa di Siberut Utara, kecamatan terparah terdampak banjir.(rif)