Rendah Kesadaran Bayar Zakat, Baznas Mentawai Gelar Pelatihan

60
Sekkab Mentawai, Martinus Dahlan.(NET)

Kesadaran para muzaki atau wajib zakat penghasilan di Kepulauan Mentawai dinilai masih rendah. Salah satu faktor penyebabnya, yakni kurangnya pengetahuan tentang kewajiban menunaikan zakat itu sendiri oleh wajib zakat.

Hal itu disampaikan Sekretaris Badan Amil Zakat Nasional (Basnas) Kepulauan Mentawai, Bayu Pringadi kepada wartawan, kemarin, (5/7) dalam kegiatan pelatihan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di aula kantor bupati.

”Zakat itu tidak sama dengan infak atau sedekah. Dia sudah jelas, ada hitung-hitungannya. Nah, kita di Mentawai masih banyak yang belum memahami tentang kewajiban menunaikan zakat penghasilan tersebut,” ungkapnya.

Untuk itu, UPZ yang sudah terbentuk dapat menjadi perpanjangan tangan baznas dalam mensosialisasikan tentang pentingnya membayar zakat. Di sisi lain, semenjak berdiri tahun 2018, Baznas Kepulauan Mentawai (sebelumnya, bernama, Badan Amil Zakat Daerah), kata dia, sudah menyalurkan zakat secara konsumtif.


”Penyaluran zakat selama ini, ada berupa sembako, bantuan beasiswa pendidikan dan orang-orang yang cacat. Ke depan, kita berharap, distribusi zakat lebih maksimal lagi, seperti melakukan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” katanya.

Selain itu, Sekretariat Baznas sendiri masih masih mengontrak dengan biaya kontrak Rp 10 juta per tahun. Dia berharap, ke depan, Pemkab Mentawai bisa membantu ketersediaan sekretariat Baznas, sehingga tidak lagi menyewa gedung.

Komisioner Baznas Kepulauan Mentawai, Khusni Nasirun menyebutkan, target Baznas tahun 2021 dalam Rapat Kerja Tahunan (RKT) sebesar Rp 588 juta. Dengan berbagai macam peruntukan, salah satunya, yakni, untuk pendidikan, sosial dan kebencanaan.

”Selama ini, Baznas Mentawai belum bisa berjalan optimal. Kita masih melakukan pemungutan zakat penghasilan, melalui surat edaran Bupati. Kita berharap, nantinya, ada Perbup atau pun Perda yang lebih tegas dalam hal pengumpulan zakat penghasilan ke depannya,” katanya.

Tahun ini, kata dia, Baznas Kepulauan Mentawai ikut berkontribusi menyukseskan program TMMD. Yaitu dengan ikut terlibat membantu bedah rumah warga yang tidak layak huni dari bantuan Baznas Provinsi Sumbar sebesar Rp 100 juta.

Sekkab Mentawai, Martinus Dahlan yang membuka kegiatan pelatihan tersebut mengatakan, pihaknya, akan membantu baznas dalam optimalisasi pengumpulan zakat penghasilan. Tidak hanya kepada ASN saja, namun, juga pengusaha dan pedagang-pedagang yang ada di Kepulauan Mentawai.

”Kita akui, pengumpulan zakat belum berjalan optimal di Kepulauan Mentawai sejak berdiri tahun 2018 lalu. Kita akan coba bantu, mengoptimalkan pengumpulan zakat ini. Zakat ini, selain dapat membantu orang-orang yang kekurangan, juga bernilai ibadah di sisi Allah SWT,” ujarnya.

Dia juga berjanji akan memfasilitasi ketersediaan sekretariat Baznas di Kepulauan Mentawai yang representatif. Salah satu rencana lokasi gedung sekretariat Baznas Kepulauan Mentawai, yakni kawasan di jalan Raya Tuapejat Kilometer 2, atau di samping kantor PWI Kepulauan Mentawai. (rif)