Lawan Covid-19, Petugas Puskesmas di Pulau-pulau Belum Ada APD

Bupati Kepulauan Mentawai Yudas Sabaggalet. (Foto: dok.media center)

Kabupaten kepulauan juga melakukan pengawasan dalam upaya mencegah penularan virus korona (Covid-19. Namun, petugas kesehatan di puskesmas yang dijadikan garda terdepan di pulau-pulau Sumbar tersebut belum memiliki alat pelindung diri (APD) termasuk masker.

Bupati Kepulauan Mentawai Yudas Sabaggalet mengungkapkan daerahnya memiliki 15 puskesmas yang tersebar di pulau-pulau. Petugas di puskesmas itu juga melakukan pengawasan penyebaran Covid-19, tapi belum ada APD. Saat ini APD baru tersedia di RSUD di Tuapejat, ibukabupaten Mentawai.

“Untuk mengawasi penyebaran Covid-19 kami mempersiapkan puskesmas sebagai ujung tombak di lapangan. Nah, APD kami baru ada di RSUD di Tuapejat 60 buah, sedangkan di puskesmas belum ada,” ungkapnya di GWA Relawan Kawal Covid-19 Sumbar, Senin (6/4) malam.

Oleh karena itu, dia mengharapkan agar puskesmas tersebut bisa dibantu APD. “Kami di Mentawai memerlukan bantuan masker berapapun jumlahnya. Begitu juga APD untuk para petugas kesehatan,” katanya.

Sebelumnya, Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Mentawai Serieli BW menyebutkan, Pemkab Mentawai melakukan karantina lokal sejak Selasa (31/3) lalu. Akses transportasi penumpang ke luar dan masuk Mentawai dihentikan 14 hari untuk antisipasi penyebaran Covid-19.

Menurutnya, keputusan itu diambil setelah rapat koordinasi kepala daerah dengan forkopimda serta kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Sabtu (28/3).

Selama karantina lokal, kata dia, akan disiapkan 100 ton beras Bulog untuk stok di Kepulauan Mentawai yang didatangkan dari gudang Bulog Sumbar, di Padang.

“Yang boleh beroperasi hanya kapal ASDP yakni, KMP Ambu-Ambu, Gambolo dan Perintis atau Sabuk Nusantara. Kapal ini hanya boleh membawa sembako, bukan penumpang. Jika kedapatan, akan ditindak,” katanya.

Ketika itu, kata dia, ada 49 wisatawan mancanegara di sejumlah resor di Mentawai. Wisatawan ini masuk Mentawai sebelum 22 Maret 2020. Mereka berasal dari Amerika, Perancis, Australia, Brasil dan Thailand.

“Bagi wisatawan asing yang sudah berada di wilayah Mentawai sebelum 22 Maret 2020, agar tidak bepergian atau berpindah-pindah tempat menginap. Termasuk tidak berpindah-pindah dari satu lokasi surfing ke lokasi surfing lainnya dalam wilayah Mentawai,” tegasnya.(esg/arf)