Hasil Pilkades Sidomakmur Digugat, Akibat Selisih Satu Suara

496
PERTANYAKAN: Puluhan warga Desa Sidomakmur yang mendatangi kantor Camat Sipora Utara meminta penjelasan terkait hasil pemeriksaan P2KD, Selasa (6/7).(IST)

Tidak terima dengan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Panitia Pemilihan Desa (PPD) Kabupaten Kepulauan Mentawai, Jumat (2/7), puluhan warga Desa Sidomakmur, Kecamatan Sipora Utara mendatangi Kantor Camat Sipora Utara, Selasa (6/7). Kedatangan warga tersebut, meminta Camat Sipora Utara agar hasil pleno Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD) tidak lagi diganggu gugat.

Debi Umar selaku tokoh masyarakat dan juru bicara dalam orasi di kantor Camat Sipora Utara tersebut mengatakan, putusan pleno C1 berita acara perhitungan suara sudah sah dilakukan oleh P2KD 18 Juni 2021. Dengan perolehan suara 147 untuk Religius kandidat nomor urut 4 dan 146 suara untuk kandidat Sohib nomor urut 3.

“Di dalam pleno C1 juga sudah lengkap ditandatangani oleh saksi-saksi. Semestinya, PPD tidak lagi melakukan perhitungan suara ulang, karena sudah ada pedoman C1 tersebut. Namun, kenyataannya, tetap dilakukan perhitungan suara ulang untuk TPS 01 yang dihadiri oleh Asisten I, Sukirman dan Kabag Hukum, Serieli BW,” katanya.

Menurut dia, perhitungan suara ulang untuk TPS 01 tersebut, juga dilakukan tanpa ada persetujuan dari P2KD dan tidak melalui berita acara. Dia juga menilai, ada upaya pengkondisian untuk menjatuhkan kandidat calon kades terpilih atau pemenang.


“Itu bisa kita lihat pada saat perhitungan suara ulang dilakukan yang bertepatan pada hari Jumat. Dari jadwal rencana mediasi yang dilakukan pada pukul 09.00, namun, molor menjadi pukul 10.30. Perhitungan suara tetap dilakukan pada saat sebagian kandidat dan saksi tengah melakukan shalat Jumat,” katanya.

Terkait tuntutan tersebut, pihaknya juga sudah melayangkan surat kepada Bupati dan Ketua DPRD Kepulauan Mentawai untuk menengahi persoalan tersebut. Menurut dia, jika hal ini tidak disikapi dengan serius, bisa menimbulkan gejolak di tengah masyarakat.

Camat Sipora Utara, Marsen yang menerima langsung kedatangan warga ke kantor camat tersebut, mengatakan, pihaknya akan menyampaikan informasi tersebut kepada pimpinan. Dia mengatakan, akan berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Kita akan sampaikan hal ini kepada pimpinan. Yang jelas ini ada tahapan dan proses yang harus dilewati. Yang melakukan gugatan, pasti punya dasar, begitu juga masyarakat yang datang menuntut hari ini. Pasti juga punya dasar. Namun, yang pasti keputusan, bukan berada ditangan kami, tapi di tangan Bupati,” katanya.

Kabag Hukum, Sekretariat Daerah, Serieli Bawamenewi, kemarin, (6/7) mengakui, pihaknya telah melakukan pemeriksaan gugatan hasil Pilkades di Desa Sidomakmur. Dia juga membenarkan telah memeriksa ulang surat suara TPS 01 guna memastikan surat suara sah dan tidak sah sesuai Perbup Nomor 6 Tahun 2021.

“Nah, dari hasil pemeriksaan dan penghitungan ulang, ada 30 surat suara yang awalnya dinyatakan tidak sah oleh KPPS, ternyata sah menurut ketentuan Perbup Nomor 6 Tahun 2021. Yakni, dalam hal terdapat tanda coblos pada satu kolom calon yang tembus secara garis lurus sehingga terdapat dua atau lebih hasil pencoblosan yang simetris dari lipatan surat suara, dan tidak mengenai kolom calon lain, dinyatakan sah sesuai Pasal 29 ayat 3 Perbup No. 6 Thn 2021,” ujarnya.

Meski begitu, pihaknya mengaku, belum menetapkan hasil pemeriksaan gugatan tersebut.
Pihaknya juga mengaku, melakukan perhitungan suara ulang boleh dilakukan berdasarkan Perda Nomor 9 tahun 2017 pasal 55.

“Dimana, penghitungan suara ulang apabila terdapat salah satu penyimpangan, diantaranya terjadi ketidakkonsistenan dalam menentukan surat suara yang sah dan yang tidak sah,” ungkapnya.(rif)