Keluar-Masuk Mentawai Wajib Miliki Satu dari Tiga Persyaratan Ini

Juru Bicara Kebijakan Penanganan Covid-19 Kepulauan Mentawai, Serieli Bawamenewi didampingi Kepala Dinas Kesehatan, Lahmuddin Siregar, Kamis (06/08/2020). (IST)

Selain memperlihatkan indentitas diri, pelaku perjalanan ke luar Mentawai pada masa adaptasi tatanan normal baru produktif dan aman Covid-19 ini, juga wajib memiliki salah satu dari 3 persyaratan. Dimana, hal ini merupakan perubahan dari surat edaran Bupati Nomor 360/351/BUP-2020 tanggal 6 Juli 2020 menjadi Nomor 360/410/BUP-2020 tanggal 6 Agustus 2020.

Demikian disampaikan Juru Bicara Kebijakan Penanganan Covid-19 Kepulauan Mentawai, Serieli Bawamenewi didampingi Kepala Dinas Kesehatan, Lahmuddin Siregar, Kamis (06/08/2020). Serieli menyebutkan, surat edaran yang baru tersebut, bertujuan untuk menjawab soal penundaan pemberlakuan tes swab bagi pelaku perjalanan ke luar Mentawai tiga pekan lalu.

“Nah, sekarang Bupati sudah mengeluarkan surat edaran baru dan efektif akan mulai kita terapkan pada tanggal 10 Agustus 2020. Untuk edaran ini, kita akan sosialisasi ke kapal-kapal dan ASDP, serta syahbandar di Mentawai,” ungkapnya.

Dia mengatakan, tiga persyaratan tersebut, diantaranya, calon pelaku perjalanan ke luar Mentawai wajib memiliki hasil tes swab atau RT-PCR dengan hasil negatif. Kedua, kata dia, calon pelaku perjalanan ke luar Mentawai dapat memiliki surat keterangan hasil rapid test non reaktif yang berlaku selama 14 hari.

Baca Juga:  Personel Terbatas, Polres Mentawai Petakan Kerawanan Pilkada Serentak

Sedangkan, poin ketiga, kata dia lagi, calon pelaku perjalanan ke luar Mentawai dapat memiliki surat keterangan bebas gejala yang dikeluarkan oleh dokter, apabila transportasi atau kapal dan daerah tujuan tidak mewajibkan hasil tes swab dan rapid test non reaktif.

Sementara, kata dia, untuk orang yang masuk ke Mentawai pada adaptasi tatanan normal baru wajib memiliki salah satu dari dua persyaratan. Pertama, hasil tes swab negatif dan rapid test non reaktif yang masih berlaku. Namun, lanjut dia, apabila pelaku perjalanan masuk ke Mentawai tidak mampu menunjukkan salah satu dari persyaratan maka yang bersangkutan diwajibkan untuk melaksanakan tes swab dan karantina mandiri di Mentawai sampai hasil tes swab keluar.

Terpisah, anggota Komisi I DPRD Kepulauan Mentawai, Maru mengapresiasi kebijakan yang telah dibuat Pemkab Mentawai bagi pelaku perjalanan orang ke luar masuk Mentawai. ”Ini baru benar,” ungkapnya singkat menanggapi soal edaran Bupati nomor 360/410/BUP-2020 tanggal 6 Agustus 2020 tersebut. (rif)