Sebulan tak Ada Penambahan Kasus, Mentawai Masuk Zona Hijau

ilustrasi. (net)

Mulai hari ini, Jumat (07/08/2020) Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai menetapkan daerah itu masuk zona hijau setelah selama sebulan belakangan tidak ada lagi penambahan kasus positif Covid-19.

“Alhamdulillah. Saat ini kita sudah memasuki zona hijau. Artinya, sudah satu bulan tidak lagi ditemukan kasus Covid-19 di Kepulauan Mentawai. Kita berharap, status zona hijau ini bisa terus bertahan ke depan, ” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Mentawai, Lahmuddin Siregar, Kamis (06/08/2020).

Dia mengatakan, saat ini jumlah pasien positif Covid-19 di Kepulauan Mentawai dan telah dinyatakan sembuh sebanyak 8 orang. Sedangkan, untuk jumlah orang yang sudah dilakukan tes swab sebanyak 1.863 orang atau lebih kurang 2 persen dari jumlah penduduk Mentawai.

“Angka ini sudah cukup bagus. Tentunya, pencegahan Covid-19 tidak hanya menjadi tugas tenaga kesehatan, tapi menjadi tanggung jawab kita bersama. Intinya, meski kita sudah memasuki masa adaptasi tatanan normal baru, disiplin protokol kesehatan tetap harus dijaga,” katanya.

Dia menyebutkan, sejatinya, saat ini, kita belum memasuki tahap tatanan normal baru, namun, baru tahap adaptasi. Untuk itu, kata dia, masyarakat tetap harus disiplin diri dalam menerapkan protokol kesehatan meski sudah memasuki zona hijau.

Baca Juga:  Wujudkan Pilkada yang Aman, Masyarakat Harus Patuh Protokol Kesehatan

Terkait proses belajar mengajar di Mentawai yang saat ini, masih dilakukan secara daring atau jarak jauh, menurut dia, sudah sewajarnya menerapkan belajar tatap muka. Sebab, kata dia, kondisi dan situasi terbatasnya sarana telekomunikasi akan membuat pembelajaran daring tidak optimal.

“Sekarang kita sudah masuk zona hijau. Proses belajar mengajar secara tatap muka juga semestinya bisa diterapkan,” tandasnya.   Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kepulauan Mentawai, Motisoki Hura yang dihubungi, wartawan, Jumat (07/08/2020), mengatakan, proses pembelajaran jarak jauh masih berlangsung hingga tanggal 31 Agustus 2020, sesuai surat edaran Bupati.

Terkait rencana sekolah tatap muka, pihaknya masih menunggu kebijakan dari gugus tugas. “Kami menunggu kebijakan dari gugus tugas, bisa jadi (belum bisa belajar tatap muka, red) karena kondisi Padang yang masih zona merah dan masyarakat sekarang sudah bebas pulang-pergi. Mudah-mudahan awal bulan September 2020 bisa diijinkan belajar tatap muka,” harapnya. (rif)