Bupati Mentawai Tancapkan Batu Perdamaian di Dusun Polipcoman

Bupati Kepulauan Mentawai, Yudas Sabaggalet menancapkan batu sebagai tugu monumen perdamaian di Dusun Polipcoman, Desa Sigapokna, Kecamatan Siberut Barat, akhir pekan lalu. Dimana, sebelumnya, sempat terjadi pertikaian kelompok di tengah masyarakat yang berujung pada pengusiran dan telah diselesaikan lewat ritual adat Mentawai yang dikenal dengan istilah Punen Paabanan.

“Kini kedua pihak sudah berdamai dan diselesaikan melalui kearfikan lokal Budaya Mentawai. Tidak ada lagi perselisihan. Nah, inilah yang harus kita wariskan kepada anak cucu kita ke depan, bahwa, tidak ada masalah yang tidak bisa terselesaikan,” ungkap Yudas Sabaggalet selaku rimata atau ketua adat didampingi Danlanal Mentawai, Letkol Anis Munandar, Wakapolres, Kompol Maman Rosadi dan sejumlah kepala Dinas di lingkungan Pemkab Mentawai.

Yudas menyebutkan, bahwa pertikaian dan perselisihan di Mentawai dapat diselesaikam secara adat. Ke depan, kata dia, masyarakat Mentawai yang egaliter akan memiliki lembaga-lembaga adat secara resmi.

“Kita tahu, Mentawai tidak memiliki peninggalan tertulis, hanya berupa cerita dari mulut ke mulut yang diyakini oleh masyarakat secara turun temurun. Batu yang diambil dari dasar laut ini,  akan menjadi simbol atau sejarah, bahwa, orang Mentawai senang hidup bersama-sama dan mencintai perdamaian,” tutur Yudas.

Baca Juga:  Sosialisasi Perda AKB Harus Libatkan Pemerintah Desa

Sementara itu, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik, Nurdin yang juga koordinator penyelesaian konflik, mengatakan, bahwa pemerintah telah berhasil mendamaikan pertikaian di Dusun Polipcoman, Desa Sigapokna melalui pendekatan budaya. Hal ini, kata dia, merupakan sebuah mekanisme atau peradaban Mentawai yang mendorong untuk hidup harmonis.

“Ini adalah tahap akhir atau ending dari penyelesaian konflik. Meskipun banyak kendala-kendala di lapangan. Kita banyak berdialog dengan semua elemen masyarakat, hingga bisa menyelesaikan persoalan ini,” katanya.(rif)