Yosep: Penyelesaian Pertikaian Secara Adat Perlu Ada Perdanya

Kepala Inspektorat Kabupaten Kepulauan Mentawai, Miko Siregar, yang juga salah seorang yang berperan dalam penyelesaian konflik di Dusun Polipcoman, menilai dalam membangun kebudayaan masyarakat perlu sebuah sistem organisasi. Dimana dalam sistem tersebut, ada tugas dan tanggung jawab.

“Tugas dan tanggung jawab inilah yang diperankan oleh para tokoh. Ini dapat dilihat dari kegiatan Punen Paabanan yang saat ini sedang berlangsung. Ke depan, tokoh-tokoh ini akan diperankan,” ungkapnya.

Dia menyebutkan, masyarakat Mentawai merupakan masyarakat yang egaliter. Ada sikap saling sama rata dan sama rasa, sehingga tidak ada pemimpin yang harus memerintahkan untuk melakukan A atau pun B.

“Semuanya harus dilakukan dengan negosiasi tingkat tinggi. Boleh seseorang menolak atau pun setuju dalam melakukan sesuatu hal. Ini menunjukkan bahwa, masyarakat Mentawai sangat menjunjung tinggi hak individu,” ungkapnya.

Menurutnya, penghargaan terhadap individu yang tinggi dan kurangnya kepemimpinan juga membuat kondisi menjadi labil. Untuk itu, kata dia, masyarakat Mentawai memerlukan sistem organisasi dalam menata kebudayaan itu sendiri.

Baca Juga:  Personel Terbatas, Polres Mentawai Petakan Kerawanan Pilkada Serentak

“Selain itu pengaruh dari luar suatu budaya juga tidak bisa dielakkan. Salah satunya, ilmu pengetahuan dan agama. Kehadiran dari dua hal ini juga akan memperkuat nilai-nilai kebudayaan itu sendiri,” paparnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kepulauan Mentawai, Yosep Sarokdok bersyukur dan mengapresiasi seluruh pihak, terutama kedua belah pihak yang punya niat baik untuk berdamai terkait pertikaian di Dusun Polipcoman, Desa Sigapokna, Kecamatan Siberut Barat, beberapa waktu lalu. Nah, hari ini, kata dia, sudah dibuktikan lewat punen adat Paabanan atau perdamaian.

“Ke depan kita berharap, tidak terjadi lagi. Untuk kita semua, bahwa penyelesaian konflik atau pertikaian di Mentawai dapat diselesaikan secara adat, tanpa harus melalui proses hukum. Tentu hal ini, akan menjadi masukan bagi anggota dewan untuk bagaimana ada Perda-nya,” katanya.(rif)