BMKG Himbau Masyarakat Waspadai Cuaca Ekstrem Tiga Hari ke Depan

14
MENGGANGGU LALIN: Seorang pengendara berupaya menyingkirkan ranting pohon agar bisa melintasi jalan yang terhalang pohon tumbang di Sipora Jaya, dini hari kemarin (12/7).(IST)

Hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang, Senin, (12/7), dini hari menyebabkan satu pohon tumbang di jalan Raya Tuapejat, Kilometer 8, Desa Sipora Jaya. Akibatnya, aktivitas pengendara sempat terganggu karena posisi pohon menutup badan jalan.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang berada tepat di depan SMP N 2 Sipora tersebut. Lalu lintas kembali normal setelah tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDD) Kepulauan Mentawai mengevakuasi pohon tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Kepulauan Mentawai, Novriadi melalui Kabid Pusdalops Amir Ahmari, kemarin (12/7) mengatakan, situasi dan kondisi pascahujan badai di wilayah Kepulauan Mentawai relatif aman. Dia mengatakan, untuk pohon yang tumbang dan sempat menutup badan jalan sudah dievakuasi.

“Ahamdulillah, sampai sejauh ini, situasi dan kondisi di wilayah Kepulauan Mentawai aman.
Untuk pohon yang tumbang sudah kita tangani bersama tim BPBD sekitar Pukul 07.00,” ungkapnya.


Dari informasi BMKG yang didapat oleh BPBD, kondisi hujan yang disertai petir akan berlangsung dua hingga 3 hari ke depan. Untuk itu, dia meminta masyarakat agar selalu berhati-hati dan tetap waspada, baik di darat maupun di laut.

“Dari prediksi BMKG kondisi ini akan berlangsung dua atau tiga hari ke depan. Kita harapkan, masyarakat tetap waspada dalam beraktivitas, baik di darat maupun di laut dengan cuaca yang kurang baik ini,” tuturnya.

Sementara itu, dampak dari cuaca yang tidak kondusif tersebut, kapal cepat Mentawai Fast yang sesuai jadwal masuk ke Tuapejat dari Padang, terpaksa putar haluan kembali ke Padang. Sesuai jadwal, semestinya, kapal tersebut, bersandar di pelabuhan Tuapejat pukul 10.00.

Sementara itu, BMKG Maritim Teluk Bayur merilis, prakiraan kondisi cuaca untuk 12 Juli 2021 pukul 19.00 sampai tanggal 13 Juli 2021 jam 07.00, masyarakat perlu mewaspadai potensi gelombang dengan ketinggian 1.5 – 2.5 meter berpeluang terjadi di wilayah Perairan Barat Sumatera Barat, Perairan Timur Kepukauan Mentawai.

Kemudian mewaspadai potensi gelombang dengan ketinggian 2.00 – 3.50 meter berpeluang terjadi di wilayah Perairan Utara Siberut, Perairan Bengkulu, dan Perairan Timur Enggano.

Selanjutnya potensi gelombang dengan ketinggian 3.00 – 6.00 meter berpeluang terjadi di wilayah Perairan Barat Kepulauan Mentawai, Samudera Hindia Barat Kepulauan Mentawai, dan Samudera Hindia Barat Bengkulu. BMKG meminta nelayan dan masyarakat harap memperhatikan resiko tinggi terjadinya gelombang laut. (rif)