Longboat Terbalik, 1 Penumpang Hilang

Tim penyelamat dari KKP Mentawai bersiap melakukan pencarian penumpang longboat. (IST)

Longboat yang melansir hasil ladang masyarakat berupa kopra ke kapal dagang KM EVA terbalik di perairan laut Desa Simatalu, Kecamatan Siberut Barat, Rabu, (12/8), siang. Hingga sore kemarin, satu dari tiga penumpang longboat bernama Pardono, 48, masih dalam pencarian.

Sebelumnya, sempat terjadi kesalahan laporan informasi yang masuk ke Basarnas Kepulauan Mentawai. Dalam laporan yang diterima oleh Kantor SAR Kepulauan Mentawai terjadi kecelakaan kapal dagang KM. EVA.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kepulauan Mentawai, Akmal membenarkan terjadinya kesalahan laporan itu.  “Setelah tim gabungan melaporkan kondisi di lapangan, baru kami tahu, kalau yang terbalik itu bukan kapal melainkan longboat yang melansir kopra ke kapal dagang KM. EVA. Kami juga minta maaf atas kesalahan informasi ini,” ungkapnya.

Dia mengatakan, kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 09.00. Usai mendapat laporan pukul 11.55, tim SAR gabungan berangkat menggunakan kapal KN Sar Ramawijaya dari Pelabuhan Tuapejat menuju lokasi kecelakaan pukul 12.19 bersama membawa utama lainnya.

Yakni, RIB 02 Mentawai, Alkom & Albanav, Pal Evakuasi, dan Rescue Carrier. “Karena kondisi sudah mulai sore menjelang malam, pencarian satu penumpang bersama-sama masyarakat setempat dihentikan. Tim gabungan malam ini, (malam kemarin, red), menginap di perairan Peipei, Desa Taileleu, Kecamatan Siberut Barat Daya. Pencarian akan dilanjutkan besok, (hari ini, red),” ujarnya.

Sementara, dua penumpang longboat lainnya yakni Sarmen, 25 dan Pika, 20 sudah ditemukan dalam kondisi selamat. “Kecelakaan tersebut, tidak terlalu jauh dari bibir pantai Simatalu. Hanya saja, kondisi arus dan gelombang laut di Muara Simatalu cukup besar dan ditambah lagi ada dinding batu,” tuturnya.

Baca Juga:  Dinas Koperindag Mentawai Harus Fokus Pembinaan UMKM

Dia menyebutkan, pencarian menggunakan perahu RIB cukup sulit. “Kita sudah arahkan koordinator di lapangan agar meminta bantuan long boat masyarakat setempat untuk melakukan pencarian. Sebab, akan berisiko bila tetap memaksakan melakukan pencarian menggunakan RIB dengan kondisi gelombang laut yang cukup tinggi,” katanya.

Pihaknya mencatat, selama 2020, terjadi 12 kecelakaan laut dengan rincian 11 kecelakaan kapal (mati mesin, los kontak dan terbalik). Kemudian 1 bencana abrasi pantai di Jati.
Sebelumnya, kapal KM EVA sempat menyelamatkan, Kapal KM Harapan Bersama GT. 90 usai mengalami kerusakan mesin pada 7 Mei 2018. Beruntung, seluruh Kapal KM.

Harapan Bersama selamat dan ditarik ke Muara Padang oleh kapal KM EVA. Sementara itu, prakiraan cuaca yang dirilis BMKG Maritim Teluk Bayur Rabu (12/8), akan terjadi potensi gelombang dengan tinggi 0,50-1,50 meter di daerah perairan Pesisir Barat Kabupaten Pasaman Barat hingga pesisir Barat Kabupaten Pesisir Selatan.

Potensi gelombang dengan ketinggian 1,00-2,50 meter berpeluang terjadi di wilayah Perairan Barat Kepulauan  Mentawai (Perairan Barat Siberut hingga Sikakap) dan Perairan Bengkulu. Waspadai potensi gelombang dengan ketinggian 1,50 meter.

BMKG merilis potensi gelombang dengan ketinggian 3,00-4,00 meter berpeluang terjadi di wilayah Perairan Enggano, Samudera Hindia Barat Kepulauan Mentawai dan Samudera Hindia Barat Bengkulu patut diwaspadai.

Untuk perahu nelayan perlu mewaspadai ketinggian gelombang lebih dari 1,25 meter. Untuk kapal tongkang mewaspadai ketinggian gelombang lebih dari 1,50 meter. Untuk kapal Fery mewaspadai ketinggian gelombang lebih dari 2.50 meter. Untuk kapal ukuran besar (kargo/pesiar) mewaspadai ketinggian gelombang lebih dari 4.00 meter. (rif)