Pasokan BBM Kembali Lancar, Premium Tak Lagi Ada di Mentawai

6
PASOKAN BBM: Kapal pengangkut BBM sandar di Dermaga Tuapejat kemarin. Terlihat kapal menyalin BBM ke 3 unit mobil tangki. Dua hari lalu, Mentawai mengalami kelangkaan BBM.(IST)

Pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) terutama jenis Premium dan Pertamax sempat terputus di Mentawai selama dua hari belakangan. Kemarin (12/10), pasokan BBM sudah kembali normal. Hanya saja, BBM jenis Premium sudah tidak ada lagi tersedia di Mentawai, imbas dari kebijakan Program Langit Biru PT. Pertamina.

Sabarial, 33, warga Tuapejat mengatakan, dalam dua hari terakhir tidak ada satu kios dan SPBU yang menyediakan BBM. Seperti di dua SPBU yang ada di Tuapejat, yakni, SPBU Kilometer 2 dan SPBU kilometer 9.

“Dua hari terakhir, memang kita kesulitan mendapatkan pasokan BBM untuk kendaraan. Sekarang, BBM sudah kembali tersedia, setelah kapal pengangkut berlabuh di Tuapejat hari ini, (kemarin, red). Hanya saja, tidak ada BBM jenis premium lagi,” ungkapnya.

Menurutnya, masyarakat Mentawai masih mendambakan BBM jenis Premium karena harga yang relatif terjangkau. Apalagi, Mentawai sebagai daerah 3T belum selayaknya untuk masuk ke dalam program PLB tersebut. Namun, hal ini sudah menjadi program nasional.

Pantauan Padang Ekspres kemarin (11/10) siang, kapal pengangkut BBM jenis Pertalite dan Pertamax milik PT. Sumber Alam Sejahtera Indah bersandar di dermaga Tuapejat pukul 11.30. Usai bersandar, 3 unit mobil tangki yang juga milik PT. Sumbar Alam Sejahtera Indah melakukan penyalinan BBM dari kapal ke mobil tangki.

Di samping itu, juga ada lebih kurang 30 tabung gas isi 12 kilogram dibongkar dari kapal tersebut. Sekitar, pukul 13.00 pasokan BBM jenis Pertalite sudah kembali tersedia di kios-kios pengencer dengan harga Rp 9 ribu per liter.

Baca Juga:  Kapasitas ASN Mentawai Diisi Melalui Sekolah Kedinasan

Sudi, pemilik SPBU Kompak di Tuapejat mengakui, terjadinya kelangkaan tersebut. Ia mengatakan, pemberlakukan PLB sendiri untuk Mentawai dimulai semenjak tanggal 12 September 2021 kemarin. Dia mengatakan, Premium yang masih tersedia di kios-kios merupakan stok lama.

“Nah, kebetulan kondisi kelangkaan ini juga bersamaan dengan belum masuknya kapal pendistribusian BBM. Jadi, sekarang, BBM jenis Premium sudah tidak lagi ada di Mentawai. Ini memang kebijakan nasional, kita tidak bisa berbuat apa-apa. Bahkan, di Papua juga sudah menerapkan PLB ini,” katanya.

Senada dengan Sudi, Direktur PT. Sumber Alam Sejahtera Indah, Soritua Hutagalung yang juga selaku distributor BBM ke Mentawai mengatakan, program PLB menyebabkan Premium tidak lagi tersedia di SPBU. Saat ini, kata dia, BBM yang tersedia di SPBU hanya Pertalite, Pertamax dan Bio Solar.

“Premium sudah tidak ada lagi pak. Sekarang untuk program PLB, BBM-nya Pertalite pak. Untuk SPBU kita, besok, (kemarin, red) siang sudah tersedia,” ungkapnya.

Sekedar diketahui, program PLB merupakan kebijakan dari pemerintah untuk mengendalikan pencemaran udara, terutama yang bersumber dari kendaraan dengan tujuan meningkatkan kualitas udara bersih dengan mengurangi emisi gas buang. Kemudian, juga edukasi dan mengajak masyarakat merasakan manfaat menggunakan BBM berkualitas dan ramah lingkungan.(rif)