Perangkat PLTS Rusak, 97 KK Terkendala Penerangan Listrik

10
BUTUH PERBAIKAN: Warga Dusun Saikoat, Desa Simatalu melihat kondisi peralatan PLTS yang mengalami kerusakan di wilayah tersebut.(ARIF/PADEK)

Warga Dusun Saikoat, Desa Simatalu, Kecamatan Siberut Barat mengeluhkan tidak adanya akses penerangan lampu di wilayah tersebut. Hal itu terjadi dua tahun belakangan, pascarusaknya perangkat Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di wilayah tersebut.

Warga Dusun Saikoat, Laurensius, 29, yang juga operator PLTS di Dusun Saikoat beberapa waktu lalu, menyebutkan, rusaknya perangkat PLTS tersebut sudah berlangsung semenjak dua tahun belakangan. Menurut dia, ada komponen yang terbakar pada Oktober 2019.

“Kondisi seperti ini sudah berlangsung semenjak dua tahun belakangan. Sementara, jaringan listrik PLN belum masuk,” ungkapnya.

Pihaknya juga mengaku sudah melaporkan ke pihak terkait, namun hingga sekarang belum ada tindak lanjut. Dia juga mengatakan, PLTS tersebut dibangun pada tahun 2016. Pada menjelang 2019, saat terjadi kerusakan teknisi sering hadir memperbaiki didampingi BPBD Kepulauan Mentawai.


“Keberadaan listrik ini jelas sangat dibutuhkan oleh masyarakat terlebih pada malam hari oleh 97 KK yang ada di wilayah itu. Ketika beroperasi pelanggan juga ditagih Rp 10 ribu per bulan untuk biaya pembersihan pekarangan sentral dan gaji operator,” katanya.

Nah, sekarang ini, kata dia, sepanjang tidak beroperasi, iuran listrik pun macet. Lokasi pekarangan perangkat PLTS saat ini, juga sudah ditumbuhi rerumputan. Ditambah lagi tower penangkal petir juga sudah ada yang patah.

Kepala Pelaksana BPBD Kepulauan Mentawai, Novriadi kepada wartawan mengatakan, PLTS tersebut bukan merupakan aset BPBD, namun Kementerian EDSM. Pihaknya menyarankan, agar wartawan mengkonformasi kepada pihak terkait. “Coba konfirmasi ke Dinas Koperindag atau Kabag Perekonomian & SDA Sekretariat Daerah,” ungkapnya siangkat.

Anggota DPRD Kepulauan Mentawai, dari Dapil III Siberut, Bruno Guimek Sagalak yang ditemui wartawan mengaku, pihaknya sudah menyampaikan kondisi tersebut, kepada Dinas ESDM Provinsi Sumbar. Sebab, kata dia, perangkat tersebut, belum ada serah terima dengan Pemkab Mentawai.

“Kita sudah sejak lama menyampaikan kondisi tersebut. Namun, karena bukan aset Pemda, kita tidak bisa mengalokasikan perbaikan perangkat PLTS tersebut,” katanya.
Saat ini, pihaknya berharap agar pemerintah bisa memfasilitasi ketersediaan penerangan di wilayah tersebut, melalui PLN. Namun, kata dia, sampai sekarang, memang belum bisa terwujud, karena kondisi geografis di daerah tersebut.(rif)