Nelayan Tak Melaut, Ikan Langka

8
Tuapejat, Kabupaten Kepulauan Mentawai

Dampak cuaca ekstrem menyebabkan ketersediaan pasokan ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tuapejat, Kilometer 2 menjadi langka. Sejumlah ibu rumah tangga mengeluhkan kondisi tersebut, karena para nelayan di Tuapejat masih belum berani melaut.

Iren, 30, warga Desa Sipora Jaya mengaku, sudah beberapa kali mendatangi TPI Tuapejat, namun pasokan ikan tak ada. Dia mengatakan, untuk mengatasi kebutuhan lauk keluarganya terpaksa bergantung kepada pasokan pangan yang tersedia seperti telur dan ikan asin.

“Kondisi ini, sudah dirasakan lebih kurang seminggu lamanya. Kadang-kadang, kita bosan juga mengkonsumsi lauk itu-itu saja. Namun, bagaimana lagi, ikan laut tidak ada yang menjual karena cuaca badai,” ungkapnya.

Wenti, 34, ibu rumah tangga di Tuapejat mengaku, sudah sepekan tidak bisa makan ikan laut. Menyiasati kondisi tersebut, dia harus berebut membeli ikan air tawar yang stoknya terbatas di Tuapejat.

“Kata penjualnya, ikannya didatangkan dari Padang. Itu pun, kita harus berebut untuk mendapkannya, karena ketersediaan terbatas. Beruntung, waktu itu masih ada,” ujarnya.

Baca Juga:  Mentawai Masih Butuh Hewan Kurban! Baru 145 Ekor Untuk 5 Dari 10 Kecamatan

Ujang, 48, nelayan tradisional di Tuapejat mengaku, belum berani melaut karena kondisi cuaca yang belum kondusif. Dia mengatakan, jika dipaksakan untuk melaut akan berisiko terhadap keselamatan diri.

“Kita belum berani melaut dengan kondisi cuaca yang masih ekstrim saat ini. Sebab, jika dipaksakan akan beresiko terhadap keselamatan jiwa,” katanya.

Dia mengaku, akan melihat kondisi cuaca dua terlebih dahulu untuk hari ke depan. Jika, sudah memungkinkan, dia akan kembali melaut untuk memenuhi ketersediaan ikan di tengah masyarakat.(rif)