Lima Dari 12 Embung Ditender, Pembangunan Dimulai Tahun Ini

19
Ilustrasi.(NET)

Lima dari 12 embung yang direncanakan dibangun tahun ini di Kepulauan Mentawai dengan total anggaran lebih kurang Rp 29 miliar mulai ditender.

Pengumuman lelang lima unit pembangunan kontruksi yang dapat dilihat melalui website Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Mentawai tersebut, dengan batas pendaftaran 19 Mei 2022 pukul 15.00.

Lima pembangunan yang tengah tender tersebut, yakni, pembangunan embung di Sipora Utara dengan total anggaran lebih kurang Rp 7 miliar. Kemudian, pembangunan embung di Desa Saumanganya, Kecamatan Pagai Utara dengan anggaran Rp 2,3 miliar.

Lalu, embung Mapinang, Kecamatan Sikakap Rp 3,1 miliar dan embung Peipei, Kecamatan Siberut Barat Daya, Rp 2,7 miliar serta embung Pokai, Kecamatan Siberut Utara Rp 2 miliar.

Hingga saat ini masih tersisa 7 pembangunan embung yang belum ditender dari sumber Dana Bagi Hasil Dana Reboisasi (DBHDR) tersebut. Diantaranya, 2 embung di Pulau Siberut, 2 embung di Kecamatan Sipora Selatan, dan 3 embung di di Pulau Pagai Utara-Selatan.

Kalaksa BPBD Kepulauan Mentawai, Novriadi mengatakan, saat ini pihaknya masih terus mempersiapkan kelengkapan dokumen untuk tender selanjutnya. Menurut dia, dalam waktu dekat akan dilanjutkan sisa pembangunan embung yang belum ditender tersebut.

Baca Juga:  Cek Pembangunan Embung Mentawai! 3 Embung Terganjal Kawasan Hutan

“Embung yang kita bangun ini untuk dijadikan sebagai kantong-kantong air untuk pengendalian kebakaran hutan dan lahan. Selama ini, salah satu kendala dalam pengendalian karhutla di Mentawai yakni, terbatasnya kantong-kantong air untuk mobil pemadam,” ungkapnya.

Setelah pembangunan embung selesai, kata dia, pengelolaannya akan diserahkan kepada pemerintahan desa setempat. Di mana, nantinya, fungsi embung sebagai kantong air dalam pengendalian karhutla juga memiliki konsep wisata, seperti kawasan hijau dan gazebo. Nah, pengelolaannya, kata dia, bisa diatur melalui perdes setempat.

“Secara aturan, untuk konsep pembangunan embung ukuran kecil yakni, dengan ukuran 20 meter x 20 meter dan kedalaman minimal 2 meter yang dapat menampung air lebih kurang 800 kubik. Sebagian, wilayah sudah ada yang memiliki sumber air. Tinggal lagi ditingkatkan melalui kolam embung agar pemanfaatannya bisa maksimal,” pungkasnya.(rif)