Hasil Survei Bappeda Mentawai, Sektor Pariwisata Direkomendasikan Mendapat Stimulus

304
Kepala Bappeda Kabupaten Kepulauan Mentawai, Naslindo Sirait. (Foto: IST)

Sebanyak 57,9 persen orangtua atau wali murid di Kabupaten Kepulauan Mentawai belum mengizinkan anak mereka untuk kembali ke sekolah pada masa normal baru. Di bagian lain, 82,4 persen masyarakat akan memulai aktivitas atau usaha seperti sedia kala pada masa normal baru, sisanya 17,6 persen memilih tetap berdiam di rumah, karena masih khawatir dengan Covid-19.

Hal itu terungkap dari hasil survei secara daring terhadap 493 responden dengan usia 15 tahun sampai 56 tahun yang dilakukan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kepulauan Mentawai, Jumat (19/6/2020).

Teknik sampling yang digunakan yakni, accidental sampling yang dilaksanakan mulai dari periode 9 Juni hingga 15 Juni 2020.

Sementara itu, lokasi survei dilakukan di 10 kecamatan yang didominasi 69,5 persen responden berprofesi PNS, TNI/Polri dan honorer. Responden ini mengaku, 72,4 persen pendapatan mereka berkurang selama pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Sisanya, 8,2 persen responden berprofesi pedagang, 13,3 persen petani, 4,3 persen nelayan, dan buruh harian 4,7 persen, mengakui 27,6 persen pendapatan mereka tetap, atau tidal berpengaruh dengan pemberlakukan PSBB.

Kepala Bappeda Kabupaten Kepulauan Mentawai, Naslindo Sirait mengatakan, tingkat kesadaran masyarakat selama PSBB hingga tahap III di Kabupaten Kepulauan Mentawai sudah baik mencapai 63,92 persen. Namun, kata dia, masih diperlukan peran pemerintah dan stakeholder untuk mensosialisasikan protokol kesehatan kepada masyarakat.

“PSBB sangat berdampak bagi kehidupan masyarakat. Nah, opsi relaksasi PSBB atau new normal memang menjadi pilihan agar ekonomi masyarakat kembali aktif dan masyarakat kembali produktif. Tentunya, harus dilakukan secara bertahap dan selektif dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan,” ungkapnya.

Kemudian, kata dia, hasil survei ini juga diharapkan, bisa menjadi acuan dalam mengambil langkah strategis ke depannya. Misalnya, memberikan stimulus dan perlindungan sosial bagi sektor terdampak sebagai bagian dari recovery strategi, seperti sektor pariwisata melalui keringanan pajak hotel dan restoran. Selanjutnya, juga melakukan penurunan tarif atau bebas tarif transportasi antar pulau dan pemberian diskon tiket masuk bagi peselancar. (rif)