Mentawai Bakal Punya Perguruan Tinggi, Politeknik Negeri Mentawai

7
PENDIDIKAN: Bupati Kepulauan Mentawai, Yudas Sabaggalet meresmikan operasional SMPN 3 Sipora Selatan, Senin (19/7).(IST)

Guru diharapkan tidak hanya bertugas sebagai mengajar. Namun, lebih dari pada itu, guru harus bisa mendidik. Jika putra-putri Mentawai masih minder atau belum mampu mengaktualisasikan dirinya di tengah-tengah masyarakat, hal ini menandakan sebuah kegagalan dalam proses pendidikan.

Hal itu diungkapkan oleh Bupati Kepulauan Mentawai, Yudas Sabaggalet saat meresmikan operasional SMPN 3 Sipora Selatan, Senin, (20/7). Dia mengatakan, agar putra-putri Mentawai menjadi orang Mentawai dan orang Indonesia seutuhnya.

”Jadilah orang Mentawai 100 persen dan orang Indonesia 100 persen. Kita orang Mentawai memiliki hak yang sama di negara ini. Gapailah cita-cita kalian setinggi mungkin. Jangan pernah minder menjadi orang Mentawai,” ungkapnya di hadapan pelajar dan juga wali murid yang hadir saat itu.

Dia menjelaskan, hanya dengan pendidikan orang bisa menjadi maju dan merubah nasibnya. Sejarah membuktikan, suku atau bangsa apa pun, akan tetap tertinggal kalau melupakan pendidikan.


Makanya, Mentawai melalui kepemimpinnanya menghadirkan sekolah-sekolah di tengah masyarakat, melalui program sekolah menjemput masyarakat. Jadi, tidak ada lagi alasan bagi orang Mentawai tidak bisa sekolah karena lokasi sekolah berada jauh dan membutuhkan biaya.

”Saya memprediksi 20 tahun ke depan, orang Mentawai sendiri yang akan bersaing. Artinya, orang-orang Mentawai yang berkualitas dalam arti berpendidikanlah yang bisa maju. Orang yang pendidikan tidak akan kelaparan,” ungkap Bupati yang akan mengakhiri masa jabatannya pada tahun 2022 mendatang.

Dulu, kata dia, pada tahun 2012, persyaratan anggota DPRD masih bisa tamat SMP. Sekarang, tidak bisa lagi, harus tamat SMA. Untuk itu, kata dia, putra-putri Mentawai minimal bisa mencapai jenjang pendidikan setingkat sekolah menengah.

Di sisi lain, saat ini, Pemkab Mentawai tengah berusaha mewujudkan Akademi Komonitas Mentawai yang sekarang bekerjasama dengan Politeknik Negeri Lampung (Polinela) menjadi Politeknik Mentawai. Tidak hanya itu, kata dia, tujuannya adalah bagaimana Mentawai memiliki perguruan tinggi negeri atau universitas.

”Sekarang, sedang berproses, tinggal beberapa langkah lagi untuk mewujudkannya. Menjelang, selesai masa jabatan saya, Politeknik Negeri Mentawai strata satu sudah harus ada. Tentunya, ini butuh dukungan kita bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kepulauan Mentawai Juniarman Samaloisa yang juga hadir dalam sambutannya, mengapresiasi  program sekolah menjemput masyarakat. Dia mengatakan, kehadiran sekolah di tengah masyarakat harus dibuktikan dengan komitmen, bahwa, tidak ada lagi, masyarakat yang anaknya tidak lagi bersekolah.

”Kualitas sumber daya manusia tidak ditentukan oleh kekayaan, pangkat atau pun jabatan, tapi indikator utamanya adalah pendidikan. Kami sangat mengapresiasi program pemerintah dengan menghadirkan sekolah di tengah-tengah masyarakat,” ungkapnya.

Pihaknya mengaku akan mendukung program bupati dengan peningkatan sumber daya manusia dari sektor pendidikan. Baik itu dari sisi bugeting maupun dari sisi non-bugeting. Sebab, diakuinya, penyebab ketertinggal orang Mentawai adalah dari faktor rendahnya tingkat pendidikan itu sendiri.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kepulauan Mentawai, Oreste Sakeru mengatakan, bahwa, saat ini  jumlah siswa pertama SMPN 3 Sipora Selatan sebanyak 28 orang dengan rombel 2 lokal. Selain itu, kata dia, untuk tenaga pengajar dan gedung sekolah diperbantukan melalui guru-guru yang ada di SMP N 1 Sioban dan satu atap dengan SD 09 Saurenu.

”Saat ini, jumlah siswa terdiri dari 16 orang laki-laki dan 12 orang perempuan. Untuk sementara proses belajar mengajar, yakni, satu atap dengan SD N 09 Saureinu,” katanya.

Dia mengatakan, saat ini, delapan Kecamatan di Kepulauan Mentawai sudah memiliki 3 sekolah setingkat SMP. Hanya tinggal dua kecamatan yang masih memiliki dua sekolah SMP, yakni, di Kecamatan Pagai Utara dan di Kecamatan Siberut Tengah.

”Artinya, sekolah sudah ada di setiap kecamatan, makanya, tidak ada alasan bagi orangtua tidak mau menyekolahkan anaknya. Sebelumnya, bapak Wakil Bupati Kepulauan Mentawai juga sudah meresmikan SMP N 3 Siberut Barat awal Juli 2021 kemarin,” ujarnya.

Hadir dalam acara peresmian SMP N 3 Sipora Selatan tersebut, ketua komisi III DPRD Mentawai, Syafriddin dan anggota komisi I, Hendri Dunan serta sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemkab Mentawai. (rif)