Danlantamal Ingatkan Masyarakat Mentawai Ikut Awasi Orang Asing

Pengawasan orang asing tidak hanya menjadi tanggung jawab stakeholder, tapi seluruh lapisan masyarakat juga harus ikut berperan. Peran masyarakat dalam melakukan pengawasan sangat diperlukan.

Demikian diungkapkan Danlantamal II Teluk Bayur Laksamana Pertama Dafit Santoso saat monitoring ke Tuapejat, Rabu (19/08/2020) siang.

Dalam kunjungannya yang kedua kali tersebut, Dafit menyebutkan, bahwa tugas pengawasan orang asing mesti menjadi kesadaran bersama semua pihak. “Pengawasan orang asing tidak hanya menjadi tugas tim Pora saja. Setiap individu masyarakat dapat menjadi mata atau pengawas, termasuk para insan pers,” ungkapnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan untuk membangun bangsa mesti satu hati, tidak perlu ada kepentingan apa pun. Apalagi, untuk kemajuan suatu wilayah, mesti ada semangat kesatuan.

Di sisi lain, dia juga mengapresiasi penerapan protokol kesehatan di Kepulauan Mentawai, khususnya di Tuapejat pusat ibukota kabupaten. Dimana, katanya tim gugus tugas Kepulauan Mentawai, masih tetap konsisten menerapkan protokol kesehatan. “Kita apresiasi penerapan protokol kesehatan di Kepulauan Mentawai. Ini paling bagus. Sebab, sudah lama, namun, masih tetap mempertahankan protokol kesehatan. Ini menunjukkan konsistensinya tetap berjalan,” katanya.

Baca Juga:  Dinas Koperindag Mentawai Harus Fokus Pembinaan UMKM

Sementara itu, Wakil Bupati Kepulauan Mentawai, Kortanius Sabeleake mengkui, pengawasan orang asing di Kepulauan Mentawai belum maksimal. Dia mengatakan, salah satu kendalanya, yakni, belum adanya imigrasi di wilayah tersebut.

“Kita daerah wisata. Tamu kita adalah tamu mancanegara. Nah, kendala kita yakni, kesulitan dalam hal melakukan pemeriksaan terhadap wisatawan, tanpa ada pendampingan dari imigrasi. Kita tidak ingin ada imej Mentawai dianggap tidak ramah terhadap wisatawan dan bisa menjadi isu internasional,” ungkapnya.

Untuk itu, katanya, mesti ada kehadiran imigrasi di Kepulauan Mentawai. Apalagi, bagi wisatawan pecinta surfing atau selancar di Kepulauan Mentawai. Dimana, selain luasnya wilayah Mentawai juga jumlah spot selancar mencapai 90 titik. “Nah, kalau satu spot saja ada satu wisatawan, maka sudah ada 90 wisatawan yang tersebar di Mentawai tengah bermain surfing. Kondisi ini, tentu saja akan cukup sulit untuk dipantau. Belum lagi, wisatawan yang datang lewat kapal selancar,” pungkasnya. (rif)