Antisipasi Lonjakan Kasus, Pemkab Mentawai Bantah Tempat Karantina “Ladang Proyek”

32
Bangunan kawasan wisata Pantai Mapadegat yang diperuntukkan sebagai salah satu lokasi karantina Covid-19 di Kabupaten Kepulauan Mentawai. (Foto: Arif Rahmad Daut)

Menyikapi tudingan terhadap Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai yang hanya menjadikan tempat karantina pasien Covid-19 sebagai ladang proyek, membuat kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Mentawai, Lahmuddin Siregar angkat bicara.

Diakuinya, tempat karantina pasien Covid-19 serta Orang Tanpa Gejala (OTG) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) itu belum termanfaatkan.

Dia membantah, jika tempat karantina itu dianggap sebagai ladang proyek bagi pemerintah untuk memanfaatkan anggaran penanganan Covid-19.

Padahal, katanya, pembangunan tempat karantina pasien Covid-19 itu semata-mata untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu terjadi lonjakan kasus Covid-19 di Mentawai.

“Salah satu sifat dari virus Covid-19, yakni memiliki sifat eksponensial. Dimana, sewaktu-waktu, bisa saja terjadi lonjakan pasien Covid-19. Sekarang ruang karantina memang belum termanfaatkan. Bagaimana seandainya terjadi lonjakan pasien, tentu kita juga yang akan repot kalau tempat karantina belum tersedia. Bukannya tidak termanfaatkan, tapi belum termanfaatkan,” ungkapnya.

Dia menegaskan, pembangunan tempat karantina itu sesuai dengan instruksi dari pemerintah pusat tentang penanganan Covid-19 di daerah. Tempat karantina merupakan salah satu langkah persiapan menghadapi terjadinya lonjakan Covid-19.

Dia mengaku, tak menyalahkan masyarakat atas tudingan tersebut. Karena itu menurutnya, simpang siur informasi itu perlu diluruskan agar masyarakat paham. “Karena itu peran media sangat menentukan mencerdaskan masyarakat,” ujarnya.

Dia menyebut, saat ini ada belasan lokasi karantina yang telah dibangun Pemkab Mentawai sejak Maret 2020 lalu. Namun, hingga saat ini, lokasi karantina tersebut, belum termanfaatkan, meski terdapat ratusan OTG dan ODP di Mentawai. Masyarakat katanya, lebih memilih mengisolasi diri di rumah secara mandiri ketimbang di lokasi karantina. (rif)