Jalan Sioban-Sagitsi Rusak Parah, Jarak Tempuh Warga jadi Bertambah

24

Kondisi jalan nasional Sioban-Sagitsi, Kecamatan Sipora Selatan sepanjang 15 kilometer rusak parah. Sejumlah pengendara mengeluhkan banyaknya jalan yang berlubang dan berlumpur, sehingga jalan tersebut sulit ditempuh.

Fahmi, 38, salah seorang warga Desa Sioban mengatakan, kondisi rusaknya jalan nasional Sioban-Sagitsi tersebut, sudah berlangsung semenjak 4 tahun belakangan. Dimana, semenjak dilakukan pengerasan cor rabat beton, hingga sekarang belum pernah dilakukan perbaikan.

“Kondisi ini, sudah sejak lama dikeluhkan masyarakat. Namun, hingga sekarang belum ada upaya perbaikan dari pemerintah. Dengan kondisi jalan seperti ini, masyarakat juga kesulitan untuk menjual hasil pertanian mereka,” katanya.

Menurut dia, buruknya akses transportasi dari Sioban ke Sagitsi tersebut, berdampak tingginya harga barang yang dijual pedagang.

“Sebetulnya, kalau jalan bagus bisa ditempuh 15 menit dari Sioban ke Sagitsi. Namun, karena banyak yang berlubang dan berlumpur, bisa memakan waktu 45 menit hingga 1 jam,” katanya.

Redi, 35, warga Desa Sagitsi mengatakan, kondisi buruknya akses dari Sioban ke Sagitsi, saat ini, diperparah dengan rusaknya jembatan di Nemnemleleu menjelang Sagitsi.

Baca Juga:  Raih Keberkahan Ramadhan, BNI Mentawai Bagikan Takjil dan Santunan

“Mau tidak mau, pedagang atau pun pengepul hanya bisa mendistribusikan barang atau hasil bumi hingga jembatan Nemnemleleu saja,” ujarnya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Jalan Nasional, Yames yang dihubungi, Jumat (24/04/2021) melalui telepon selulernya hingga pukul 17.30 belum memberikan tanggapan. (rif)

Previous articleManparekraf Siap Dukung KEK Mandeh di Bukit Ameh
Next article#PuasaBerkahPuasaSehat, BAF Bantu Asupan Nutrisi Anak Indonesia