Solusi Atasi Banjir Siberut, Jimer: Stop Penebangan Kayu

Anggota DPRD Kepulauan Mentawai, Jimer Munte menilai, hanya ada satu solusi yang dapat menuntaskan persoalan banjir di wilayah Pulau Siberut dan sekitarnya.

Menurutnya, penyebab banjir di Pulau Siberut akibat penebangan kayu dalam skala besar.

“Hanya ada satu solusi mengatasi persoalan banjir di Siberut, menghentikan penebangan kayu. Kalau kayu tidak ditebang, pasti tidak akan banjir,” ungkap politisi Partai Garuda tersebut usai monitoring pascabanjir awal Mei 2020, Jumat (22/5/2020).

Jimer menyebutkan, bukti penebangan kayu di Pulau Siberut masih berlangsung, terlihat saat dirinya melakukan monitoring tersebut.

Saat itu, katanya terdapat empat unit kapal ponton atau tongkang yang berisi muatan kayu log bersandar di pelabuhan.

Semestinya, kata Jimer, tidak ada lagi pemberian izin dari pemerintah dalam hal pengusaan hutan di Pulau Siberut. Namun, domain atau ranah penghentian penebangan hutan tersebut, berada pada pemerintah provinsi dan pusat.

Meski begitu, pihaknya akan terus mendorong penghentian penebangan hutan kayu di wilayah pulau nan eksotis dan banyak dikunjungi wisatawan tersebut.

Soal dana CSR perusahaan kayu yang telah mendapat izin, kata dia, juga tidak memberikan arti banyak terhadap pembangunan di Kepulauan Mentawai.

“Bahkan, dana CSR hanya menguntungkan segelintir pihak saja. Sementara, dampaknya jelas menyengsarakan rakyat,” tegas Jimer.(rif)