BNPB-BPBD Sumbar Cek Kesiapan Mitigasi Bencana Gempa di Mentawai

142
Sestama BNPB Harmensyah dan Kalaksa BPBD Sumbar Erman Rahman sebelum terbang ke Mentawai dengan helikopter.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar merespons cepat meningkatnya aktivitas kegempaan di Pagai Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai dalam sepekan terakhir.

Untuk mengecek kondisi masyarakat dan kesiapan daerah dalam mitigasi bencana gempa itu, Sestama BNPB Harmensyah dan Kalaksa BPBD Sumbar Erman Rahman langsung terbang ke Mentawai menumpangi helikopter, Kamis (22/10/2020), dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM).

Sesampainya di Tuapejat, Harmensyah dan Erman Rahman melakukan rapat koordinasi dengan Bupati Mentawai Yudas Sabaggalet dan forum komunikasi pimpinan daerah serta SAR.

“Kami ke sini untuk mengetahui sejauhmana kesiapan pemerintah daerah dan masyarakat di Mentawai dalam mitigasi bencana, terutama gempa yang makin aktif belakangan ini,” ujar Erman Rahman.

Mitigasi tersebut, lanjut Erman, yakni perlunya peningkatan edukasi kepada masyarakat secara terus-menerus terkait bagaimana merespons jika terjadi gempa besar.

“Misalnya, ketika terjadi gempa besar seperti tempo hari, tak perlu lagi menunggu informasi atau aba-aba dari BPBD atau instansi lainnya. Masyarakat bisa terapkan kearifan lokal dengan evakuasi mandiri atau menyelamatkan diri ke lokasi ketinggian, seperti perbukitan,” jelas Erman.

Dari sisi pemerintah, BNPB dan BPBD juga telah menyiagakan helikopter di BIM untuk evakuasi dan distribusi logistik jika terjadi bencana di Mentawai maupun daerah lainnya di Sumbar. Sebab, jika terjadi gempa disusul tsunami, maka tidak hanya Mentawai yang kena.

Ada tujuh kabupaten dan kota di pesisir Sumbar yang terancam (Mentawai, Agam, Pariaman, Padangpariaman, Pesisir Selatan, Pasaman Barat, dan Padang) dengan jumlah masyarakat terdampak mencapai sekitar 1 juta orang.

“Kita semua tentu berdoa agar potensi gempa dan tsunami di zona megathrust Mentawai tidak terjadi. Apalagi dengan seringnya terjadi gempa, kita harapkan energi yang tersimpan di zona itu bisa berkurang,” ingat Erman yang juga Pjs Bupati Tanahdatar ini. (hsn)