Wagub Audy Sebut Pariwisata Mentawai 3T: Terindah, Terbaik & Ternama

116

Wakil Gubernur Sumatera Barat Audy Joinaldy mengungkapkan pariwisata Kabupaten Kepulauan Mentawai 3T. Bukan Terluar, Tertinggal dan Terbelakang, tapi Terindah, Terbaik dan Ternama.

*Tadi Bupati sebut Mentawai 3T, Daerah Terluar, Tertinggal dan Terbelakang. Namun saya punya keyakinan pariwisata Mentawai 3T, yakni Terindah, Terbaik dan Ternama. Saya amat tertarik dan melihat sesuatu yang luar biasa di Mentawai. Potensi wisata luar biasa yang dimiliki Sumatera Barat dalam menarik para wisatawan mancanegara dan wisatawan domistik nusantara,” jelas Audy Joinaldy saat membuka Rakor Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi bersama Dispar Kab/Kota se Sumbar, di Aula Bappeda Pemkab Mentawai, Selasa (23/3/2021).

Lebih lanjut Wagub Sumbar memaparkan, luas wilayah Sumatera Barat 42.297,30 km persegi. Lebih luas dari luas wilayah Provinsi Jawa Barat yang padat penduduk luasnya 35.377,76 km persegi.

Namun, luas wilayah Sumbar lebih didominasi wilayah perairan dan 6.000 km persegi adalah Kepulauan Mentawai yang tidak terpisahkan.

“Ada penduduk kita di daerah perairan Kepulauan Mentawai yang juga butuh diperhatikan, pembangunan sosial, budaya dan kesejahteraan dalam kemajuan Sumatera Barat. Di sini ada potensi wisata yang dapat memajukan perekonomian Sumatera Barat secara umum. Kita semua memiliki kewajiban membangun nilai-nilai positif yang membuat orang dan siapa saja mau datang menikmati wisata, kuliner dan produk UMKM lainnya,” ujar Audy.

Audy juga menyampaikan bahwa ada program dan kegiatan dalam RPJMD Sumbar 2021-2024 yang  menetapkan destinasi unggulan per Kabupaten dan Kota di Sumbar. Ada satu unggulan yang mampu dikembangan sebagai wisata dunia.

“Saya mungkin nanti akan membawa investor-investor untuk melihat potensi wisata Mentawai ini. Mana tahu ada yang nyangkut untuk memajukan pembangunan sebuah dermaga besar yang mampu kapal-kapal internasional bisa bersandar di Mentawai. Ini sesuatu kerja besar besama-sama membangun daya tarik wisata Mentawai agar lebih maju untuk dikunjungi para wisatawan,” ungkapnya.

Dalam kesempatan rakor ini, Audy hadir bersama istrinya yang juga Ketua BKOW Sumbar Ny. Fitriani Audy Joinaldy, Bupati Mentawai Yudas Sabaggalet, Wabup Kortanius, Ketua Tim Penggerak PKK Mentawai Ny. Rosmaida Yudas, Forkopimda, Kadis Pariwisata Sumbar Novrial, Kepala BPBD Sumbar Erman Rahman, Sekkab Mentawai, Kepala Dinas Pariwisata se-Sumbar, Tim Perumus RPJMD bidang Pariwisata M Zuhrizul, para Asisten dan beberapa kepala OPD Pemkab Mentawai.

Baca Juga:  Raih Keberkahan Ramadhan, BNI Mentawai Bagikan Takjil dan Santunan

Sebelumnya, Bupati Mentawai Yudas Sabaggalet mengatakan, ada sekitar 300-an juta penduduk Indonesia saat ini, dan 250-an juta pergerakan orang berwisata domestik.

“Kita perlu menciptakan pergerakan wisata domestik itu. Ada jatah kue kunjungan wisata nusantara yang dinikmati Mentawai,” tegas Audy.

Menurut Audy, kemajuan dan keinginan orang datang berwisata tidak selalu ada hubungannya dengan infrastruktur destinasi wisata. Contohnya, kata Audy, wisata ke Raja Ampat, transportasinya mahal dan di lokasi itu malam ada kegelapan. Namun, orang tetap ramai juga datang.

“Tentunya perlu jadi perhatian kita bersama yang paling penting dalam pengembangan pariwisata ada dua poin, yakni kebersihan dan kemudahan pelayanan yang berkesan baik untuk kembali datang,” imbuhnya.

Untuk itu, perlu pemikiran Kepala Dinas Pariwisata se-Sumbar bersama para pelaku dan pegiat wisata yang terhimpun dalam pentahelix. Demi menciptakan suasana yang bersih, nyaman dan pelayanan memberikan kesan baik untuk orang datang kembali mengunjungi lokasi wisata tersebut.

“Saya juga mengingatkan kepada para pelaku pariwisata dan masyarakat agar selalu memberikan “positive vibes” dan “excellent services” bagi para wisatawan yang berkunjung ke Sumatera Barat, agar meninggalkan kesan yang baik untuk memotivasi mereka kembali lagi,” ujar Wagub.

Bupati Mentawai Yudas Sabagalet mengapresiasi Rakor Kepariwisataan diadakan di Mentawai. “Jika perlu setiap kegiatan rakor Sumbar dibawa ke Mentawai. Kami akan berikan layanan semaksimal yang kami miliki. Jika ada pelayanan atau hal-hal yang kurang cukup kita bicarakan di Mentawai ini saja. Kemajuan Mentawai juga kemajuan Sumatera Barat karena Mentawai bagian dari Sumatera Barat,” ujarnya.

Yudas menyebutkan, kondisi saat ini Mentawai tidak seburuk tagline 3T yang dibayangkan banyak orang. Mentawai kini telah maju menjadi daerah berkembang dengan fokus pembangunan difokuskan pada sektor pariwisata.

“Kita yakin dengan pesatnya pertumbuhan pariwisata Kepulauan Mentawai akan lebih cepat maju dan sejahtera. Karena kita tahu Kota Sawahlunto yang hanya mengandalkan pariwisata tingkat kemiskinan hanya 2,17 persen . Ini pertama, pariwisata sesuatu yang menjanjikan kemajuan sebuah daerah,” ungkapnya.(rel)

Previous articleKaget Trent tak Masuk Skuad, Gerrard: Dia Bek Kanan Terbaik Inggris
Next articleOver Dimensi, PN Padang Vonis Pengusaha Angkutan Rp8 Juta