Aman Dikunjungi saat Pandemi, Audy Ajak Wisatawan ke Mentawai

63

Potensi wisata bahari di Kepulauan Mentawai dinilai menakjubkan. Alamnya indah mempesona, masih alami, pasir putih dengan air bening membiru dan di setiap pulaunya berpohon kelapa yang teduh dan nyaman.

Dari sisi kesehatan pada masa pandemi Covid-19, kabupaten yang dipimpin Bupati Yudas Sabaggalet ini dalam 6 bulan terakhir selalu mencatatkan skor terbaik dalam penanganannya. Sehingga memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan yang ingin berkunjung.

“Ini sesuatu yang pantas kita apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai, yang sangat konsisten menerapkan prorokol kesehatan dengan ketat. Hal ini terbukti, sejak awal masa pandemi, Mentawai tidak pernah berada pada zonasi Oranye, namun selalu berada pada zonasi kuning,” ungkap Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy di sela kunjungan kerjanya membuka Rakor Dinas Pariwisata se-Sumbar di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Rabu (24/3/2021).

Menurut Audy, sampai sekarang, pada minggu ke-54 masa pandemi Covid-19, belum ada warga Mentawai yang meninggal dunia akibat terinfeksi virus korona.

“Artinya, Mentawai patut dijadikan contoh bagi daerah lain dalam penanganan penyebaran dan pemutusan mata rantai Covid-19. Karena itu Mentawai aman dikunjungi dengan mengikuti protokol kesehatan. Wisatawanpun jadi merasa nyaman,” ujarnya.

Dengan alam tropis yang menyegarkan dan mempesona membuat liburan ke Mentawai jadi menyenangkan.

“Kepulauan Mentawai amat dekat dan mudah untuk dikunjungi. Ada tranportasi kapal cepat setiap hari. Padang-Mentawai dan Mentawai-Padang hanya butuh waktu 3,5 jam dengan Mentawai Fast. Ayo berwisata ke Mentawai,” ajaknya.

Audy juga mengungkapkan bahwa saat ini sedang dikerjakan  pembangunan Bandara Rokot di Tuapejat guna melengkapi fasilitas transportasi udara dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Diperkirakan selesai 2022.

Untuk akses lokal, dibangun  jalan Trans Mentawai sepanjang 18 km di Siberut serta pengembangan fasilitasi infrastruktur lainnya.

Dalam kesempatan rakor di Mentawai ini, Audy hadir bersama istrinya yang juga Ketua BKOW Sumbar Ny. Fitriani Audy Joinaldy, Bupati Mentawai Yudas Sabaggalet, Wabup Kortanius, Ketua Tim Penggerak PKK Mentawai Ny. Rosmaida Yudas, Forkopimda, Kadis Pariwisata Sumbar Novrial, Kepala BPBD Sumbar Erman Rahman, Sekkab Mentawai, Kepala Dinas Pariwisata se-Sumbar, Tim Perumus RPJMD bidang Pariwisata M Zuhrizul, para Asisten dan beberapa kepala OPD Pemkab Mentawai.

Kepala Kantor Unit Pengelola Bandar Udara (UPBU) Rokot Rudi Pitoyo mengatakan, pembanguan fisik Bandara Rokot telah mencapai 35 persen.

“Adapun pengerjaan pembangunan Bandara Rokot yang memiliki area lebih kurang 43 hektare, fasilitas udara, landasan pacu (runway) deminsi 1.500 meter X 30 meter, landasan hubung (Taxway( 75 meter X 15 meter. Landasan parkir 78 meter X 70 meter dengan rencana pesawat ATR 500/500, ” ujarnya.

Sementara pembangunan fasilitas darat, terminal seluas 40 meter X 4025 meter dengan penumpang pertahun 53.831 orang.

“Pekerjaan pembangunan bandara Rokot ini menggunakan dana APBN dimulai pada 14 Desember 2019 dan akan siap pada akhir tahun 2022,” tambahnya.(Rif)

Previous articleGubernur Libatkan Pentahelix, Minta Asita Bikin Paket Wisata Menarik
Next articlePLN Siapkan Pasokan Listrik Jangka Panjang Blok Rokan