Jembatan Penghubung Desa Simalegi dan Simatalu Dihondoh Banjir!

10
RUSAK: Warga melewati jembatan penghubung antara Desa Simalegi dan Desa Simatalu, Kecamatan Siberut Barat yang terban akibat curah hujan yang tinggi selama sepekan ini, Selasa (26/7).(IST)

Tingginya curah hujan disertai angin kencang menyebabkan dua jembatan penghubung antar desa di dua Kecamatan di Kepulauan Mentawai, terban dan satu jembatan lagi terbawa arus sungai, Senin, (25/7) siang.

Salah satu lokasi jembatan yang rusak akibat tingginya curah hujan dan meluapnya arus sungai yakni jembatan penghubung antara Desa Simalegi dan Desa Simatalu, Kecamatan Siberut Barat.

Camat Siberut Barat, Jop Siririu melalui grup info kebencanaan Kepulauan Kepulauan Mentawai mengatakan, amblasnya jembatan sepanjang 141 meter tersebut terjadi Senin (25/7) pukul 06.00. Dia mengatakan, jembatan tersebut merupakan satu-satu akses darat bagi dua desa tersebut.

“Memang, kalau air laut surut warga masih bisa menggunakan akses jalan pantai. Namun, kalau air laut pasang, satu-satunya akses harus lewat jalan yang jembatannya sudah ambruk tersebut. Kami memohon kepada pemerintah untuk segera memperbaikinya agar akses masyarakat bisa kembali normal,” ungkapnya.

Dia mengatakan, terputusnya akses dua desa tersebut, juga akan berdampak terhadap perekonomian masyarakat. Begitu juga berdampak terhadap akses transportasi bagi tenaga pendidik yang berasal dari Dusun Saikoat, Limu, Bojo dan Simalibbek.

Menggunakan jalur pantai, akan sangat bergantung dengan kondisi pasang surut. Kondisi yang sama juga di hadapi warga desa Betumonga, Kecamatan Pagai Utara, Senin, (25/7) siang.

Akibat curah hujan yang tinggi, menyebabkan jembatan satu-satunya penghubung antar dusun, yakni, Dusun Betumongabawah dan Betumongaatas, Muntei, Baru-baru dan Sabeu Gukgung dan Kecamatan Sikakap terbawa arus sungai.

Camat Pagai Utara, Gabriel Sakeru mengatakan, panjang jembatan yang terbawa arus sungai Gereiji Tirik Laggai tersebut, mencapai panjang 14 meter dan lebar 13 meter yang terbuat dari bahan kayu.

Jembatan tersebut tidak saja sebagai penghubung antar dusun, namun, juga antar kecamatan, yakni, Kecamatan Pagai Utara dan Kecamatan Sikakap.

“Kami sudah mendiskusikannya dengan kepada desa Betumonga untuk upaya tindak lanjutnya. Pembangunan jembatan sendiri diperkirakan mencapai lebih kurang Rp 80 juta. Untuk sementara, kita berkemungkinan akan membuat jembatan darurat untuk bisa diakses oleh pengguna jalan,” ungkapnya.

Selain hanyutnya jembatan penghubung antar dusun, kata dia, sejumlah ruas jalan utama menuju desa Betumonga juga tertimbun longsor. Satu-satunya akses untuk bisa melewati jalan utama tersebut, warga terpaksa menyusuri sungai. Namun, ketinggian air sungai masih dalam dan belum bisa dilalui.

Pelaksana tugas (Plt) Sekda Kepulauan Mentawai, Rinaldi, Selasa (26/7) mengatakan, sudah mengetahui kejadian tersebut. Upaya tindak lanjut penanganan bencana tersebut, sudah dipandu langsung oleh BPBD dan camat yang terdampak bencana. (rif)