Penuhi Kebutuhan BBM Masyarakat, Pertashop Segera Hadir di Mentawai

76
Pertashop ini nanti akan melayani kebutuhan BBM masyarakat di Mentawai. (IST)

Setelah hadir dan beroperasionalnya SPBU 16253920 di KM 2 Tua Pejat Sipora, Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat (Sumbar) pada pertengahan Februari 2021 lalu, produk Pertamax dan Dexlite mulai dipasarkan di Kepulauan Mentawai.

Pertamina melalui mitra kerjanya PT Sumber Alam Sejatera Indah (PT SASI) kembali akan menghadirkan Pertashop di pulau terluar pantai barat Sumatera tersebut.

“Ya, kita memang sedang mempersiapkan pembangunan Pertashop di Kepulauan Mentawai. Untuk tahap pertama ini kita diberi peluang untuk mendirikan dua unit Pertashop di Pulau Sipora. Satu unit lokasinya di Pogari Kecamatan Sipora Utara dan satu unit lagi di Saureinu, Sipora Selatan. Saat ini pembangunan infrastruktur pendukung hampir tuntas. Mudah-mudahan dalam waktu dekat Pertashop ini bisa dioperasionalkan,” ungkap Direktur Utama PT SASI, Soritua Hutagalung kepada Padang Ekspres, kemarin.

Menurut Soritua, dua titik lokasi yang dibangun saat ini sangat potensial dan membantu sekali bagi masyarakat sebab jarak antara dua lokasi tersebut ke SPBU sangat jauh.

“Tak ada perbedaan harga antara di Pertashop dengan harga BBM di SPBU. Artinya, masyarakat betul-betul terbantu dan diuntungkan dari pada membeli BBM ketengan yang tak jelas takaran dan ukurannya,” ucap Soritua.

Baca Juga:  Raih Keberkahan Ramadhan, BNI Mentawai Bagikan Takjil dan Santunan

Sementara itu Sales Branch Manager I Pertamina Sumbar, Wahyudi Wirjanto mengatakan Pertashop adalah lembaga penyalur skala kecil diperuntukkan untuk menjamin tersedianya BBM berkualitas hingga pelosok negeri.

“Selain itu Pertashop membuka lapangan pekerjaan dan diharapkan dapat menjadi penopang roda ekonomi di perdesaan atau daerah terluar. Saat ini telah beroperasi 80-an Pertashop di seluruh Sumatera Barat,” sebut Yudi. (two efly-Padang Ekspres)

Previous articleDorong Budidaya, 5.000 Benih Ikan Nila Ditebar di Bandar Larangan
Next articleDPRD Mentawai Minta Regulasi Pilkades Serentak Dikaji Ulang