DPRD Beri Perhatian Khusus Persoalan Kekerasan Perempuan dan Anak

Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Kepulauan Mentawai, Maru Saerejen, menilai, perlu ada perhatian khusus terhadap korban dan keluarga korban kekerasan perempuan dan anak.

Dengan kondisi wilayah Mentawai yang cukup luas, perlunya ketersediaan rumah aman bagi korban dan keluarga. “Dengan adanya hak-hak korban, terutama dari sisi perlindungan, tentunya, mereka tidak akan merasa sendirian. Kita tidak ingin ada kasus kekerasan lainnya yang terjadi lagi, sehingga korban putus asa dan mengakhiri hidupnya,” ungkap Ketua DPC Partai Gerindra Kepulauan Mentawai tersebut, Selasa (28/07/2020).

Untuk itu, katanya, DPRD bersama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai akan berkomitmen untuk menangani kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Mentawai.

Baik itu, dengan penyediaan rumah aman, juga memfasilitasi tenaga psikolog untuk pendampingan korban. Selain itu, pihaknya juga menyarankan, agar di masing-masing kecamatan di Kepulauan Mentawai, memiliki perwakilan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A). Hal ini, imbuhnya, mengingat kondisi geografis daerah Kepulauan Mentawai itu sendiri.

Sementara itu, Koordinator Koalisi Anti Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak (KAPAK), Nikanor Saguruk mengatakan, pihaknya akan terus menyuarakan dan mengawal agar penanganan terhadap kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak dapat berjalan dengan baik.

Baca Juga:  DPRD Mentawai Minta Rencana Pembangunan Pabrik Es Mini Dikaji Ulang

“Kami lembaga-lembaga yang tergabung dalam koalisi ini, berkomitmen untuk terus mengawal penanganan kasus-kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak. Serta terbuka dalam membangun kerja sama dengan berbagai pihak dalam upaya menghentikan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kepulauan Mentawai,” ujarnya. (rif)