Subsidi Hanya untuk 60% Penumpang

Kapal Mentawai Fast. (IST)

Kapal cepat Mentawai Fast kembali mengaktifkan jadwal jalan tiga kali dalam sepekan. Yakni untuk rute Padang-Tuapejat-Padang. Jadwalnya yaitu pada Senin, Rabu dan Jumat.
Seperti diketahui, sebelum diaktifkannya jadwal tersebut, jadwal berlayar Mentawai Fast rute Padang-Tuapejat-Padang, sempat dikurangi dari empat kali menjadi dua kali jalan dalam sepekan.

“Kita buka kembali rute Padang-Tuapejat-Padang terhitung hari ini (kemarin, red). Untuk jadwal keberangkatan kapal tetap seperti biasa, tidak ada perubahan,” kata Direktur PT Mentawai Anugerah Sejahtera, Willian, Senin (27/7).

Willian belum dapat menjelaskan alasan ditambahnya jadwal jalan Mentawai Fast rute Padang-Tuapejat-Padang tersebut. “Kalau soal rapid test gratis sebelum berangkat, masih berlaku,” katanya.

Sementara Plt Kepala Dinas Perhubungan Kepulauan Mentawai, Tohap Nababan juga membenarkan. Katanya, Mentawai Fast rute Padang-Tuapejat-Padang direncanakan kembali berlayar tiga kali dalam sepekan.

Ditanya soal subsidi kapal cepat, kata Tohap hanya berlaku jika penumpang di bawah 60 persen. Hal itu sesuai Peraturan Bupati Mentawai. “Anggaran subsidi ada di Badan Keuangan Daerah. Dinas Perhubungan hanya sebagai pelaksana teknis. Begitu juga untuk hibah layanan kapal cepat antar pulau,” katanya.

Ketua Komisi II DPRD Kepulauan Mentawai, Juniarman mengatakan, sebelum Covid-19 tersedia anggaran sibsidi layanan kapal cepat hanya untuk rute Padang-Siberut, Padang-Sikakap dan antar pulau. Itu dilaksanakan untuk menjamin dan memastikan ketersediaan layanan rute tersebut, kendati penumpangnya tidak sampai 60 persen.

“Bila tidak disubsidi maka pihak ketiga tidak akan layani karena mengalami kerugian. Namun, selama Covid-19 dana subsudi tidak terpakai, sehingga masih tercukupi untuk mensubsidi rute semua layanan kapal cepat yang dibutuhkan masyarakat dengan penumpang kurang dari 60 persen,” ujarnya.

“Regulasinya memungkinkan mensubsidi rute seluruhnya bila rute itu dibutuhkan masyarakat dengan penumpang kurang dari 60 persen,” ujarnya. (rif)