Jimer Munte: Jangan “Main-main” dengan Anggaran Covid

32
anggota DPRD Kepulauan Mentawai Jimer Munte. (Arif Rahmat Daud-Padang Ekspres)

Meski tidak terlibat dalam pembahasan anggaran penanganan Covid-19, eksekutif diminta tidak “bermain” dalam penggunaan anggaran penanganan Covid-19 di Kabupaten Kepulauan Mentawai. Sebab, hal itu akan terlihat pada saat penyerahan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

Demikian ditegaskan anggota DPRD Kepulauan Mentawai Jimer Munte, beberapa waktu lalu.

Dia mengatakan, pemerintah daerah mesti berhati-hati dalam penggunaan anggaran penanganan Covid-19 yang lumayan besar mencapai Rp 22,7 miliar tersebut. Begitu juga halnya, dengan pemerintahan desa dalam pemberian bantuan langsung tunai (BLT) Dana Desa.

“Jangan ada yang sengaja mencari keuntungan individu di tengah kondisi pandemi Covid-19 ini. Begitu juga halnya, jangan sampai ada pemotongan satu rupiah pun dan dengan dalih apa pun. Berapa besaran nominal bantuan, serahkan sesuai jumlahnya,” ungkapnya.

Memang, pada prinsipnya, kata dia, mekanisme penambahan dana tidak terduga tidak melalui proses pembahasan antara eksekutif dan legislatif. Hanya berupa pemberitahuan eksekutif kepada ketua DPRD saja.

“Walaupun begitu, pada saat SPJ kita berhak mempertanyakan penggunaan anggaran yang telah dilaksanakan,” paparnya.

Apalagi, kata dia, saat ini, pemerintah juga tengah berencana untuk menambah alokasi anggaran percepatan penanganan Covid-19 di Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Tentunya, kata dia, selain membutuhkan ketelitian dalam penganggaran, juga dalam hal penggunaannya. Dimana, kata dia, besaran penambahan tahap dua mencapai lebih kurang Rp 20 miliar dari sebelumnya Rp 22,7 miliar.

Kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten Kepulauan Mentawai, Rinaldi yang dikonfirmasi wartawan, beberapa waktu lalu, belum mau menyebutkan berapa penambahan anggaran Covid-19 tahap dua tersebut. Dia mengatakan, bahwa, pihaknya masih melakukan proses refocussing dan realokasi.

“Jangankan penyampaian ke ketua DPRD, untuk nominal anggaran penambahan saja belum. Kita masih rapat-rapat di TAPD untuk mencari kegiatan-kegiatan yg masih memungkinkan untuk tidak dilaksanakan tahun ini,” jelasnya. (rif)