Antisipasi Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, Perlu Ada Perda

24

Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Kepulauan Mentawai, Jakob Saguruk menilai, perlunya perhatian serius dalam menangani maraknya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kepulauan Mentawai.

Untuk itu, kata dia, pihaknya selaku legislatif sudah bersepakat untuk membuat regulasi atau produk hukum untuk melindungi hak-hak korban. “Ini mesti kita seriusi. Kita sudah sepakat untuk membuat Perda Perlindungan Anak dan Perempuan di Mentawai. Termasuk juga akan melibatkan lembaga-lembaga terkait untuk menyusunnya,” ungkap kader Partai Golkar tersebut, Rabu (29/07/2020).

Selain itu, kata dia, pihaknya juga akan mendukung penyelesaian kasus yang telah ada melalui pengalokasian anggaran pada anggaran perubahan tahun 2020. Dimana, pada APBD tahun 2020, alokasi anggaran untuk pendampingan korban masih sangat terbatas.

Menurut dia, ke depan, hak-hak terhadap korban kekerasan mesti diutamakan. Tidak boleh lagi menjadikan alasan keterbatasan anggaran dalam upaya penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Mentawai.

Di sisi lain, dia juga mengatakan, untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, perlunya perhatian ekstra dari keluarga. Pencegahan terhadap tindak kekerasan dan pelecehan mesti dimulai dari keluarga itu sendiri. (rif)