Parah!!Jalan Madobag-Matotonan Sulit Dilalui, Hasil Panen Tak Bisa Dibawa

29
KESULITAN: Seorang pengendara kesulitan melintasi jalan Desa Madobag menuju Desa Matotonan, Kecamatan Siberut Selatan.(IST)

Akses sepanjang jalur Sungai Rereiket dari Desa Madobag menuju Desa Matotonan, Kecamatan Siberut Selatan masih sulit dilalui kendaraan roda dua.

Kondisi medan yang sulit dilalui tersebut, terutama saat musim penghujan tiba yang bisa ditempuh lebih kurang dua jam lebih menggunakan kendaraan roda dua.

Sabarial, 35, tokoh muda Desa Matotonan mengatakan, akses darat dari Desa Madobag menuju Desa Matotonan lebih kurang 13 kilometer.

Namun, karena kondisi sulitnya medan yang dilalui menyebabkan perjalanan membutuhkan waktu yang lama.

“Kondisi jalan seperti ini sudah dirasakan masyarakat bertahun-tahun, terutama masyarakat yang tinggal di Matotonan atau di hulu Sungai Rereiket untuk menuju pusat kecamatan di Muara Siberut Selatan. Sampai sekarang, masih belum ada perbaikan,” ungkapnya.

Bahkan, kata dia, warga lebih memilih menyusuri Sungai Rereiket menggunakan perahu pompong untuk menuju hulu yang memakan waktu lebih kurang 4 jam. Sebab, Sungai Rereiket sendiri cenderung berliku yang menyebabkan perjalanan menjadi panjang.

Aman Lau Lau, tokoh Sikerei di Dusun Butui, Matotonan mengatakan, tidak ada yang bisa diandalkan dari hasil pertanian di sana, karena sulitnya akses. Padahal, kata dia, komoditi pisang dan dan tanaman tumbuh subur di daerah tersebut.

Baca Juga:  Tumpah Ruah! Perayaan HUT RI di Mentawai Meriah

“Sayangnya, ketika sudah panen kita tidak bisa membawanya ke luar, karena kapasitas perahu sangat terbatas. Bahkan, hasil jual yang bisa terbawa oleh perahu tidak mencukupi untuk kebutuhan BBM perahu pulang-pergi. Jadi, pisang yang ditanam lebih banyak tidak termakan sama sekali,” ungkap mantan kepala Dusun Butui tersebut.

Dia berharap, pemerintah dapat segera memperbaiki akses darat menuju hulu tersebut. Menurut dia, selama belum tersedia akses jalan yang baik, maka, para petani di Desa Matotonan tidak akan bisa mendapatkan hasil pertaniannya. Bahkan, untuk membiayai pendidikan sekolah anak saja, kata dia, mesti ada orang tua angkat.

Kepala Dinas PUPR Kepulauan Mentawai, Asmen Simanjorang, tidak menampik kondisi tersebut. Dia mengatakan, akses jalan darat dari Madobag menuju Matotonan sudah masuk dalam program pembangunan jalan di Kepulauan Mentawai.

“Saat ini, jalan darat yang sudah kondusif dan bisa dilalui baru sampai desa Madobag. Nah, tahun ini, ada peningkatan jalan dari Dusun Rogdok menuju Matotonan bersumber dari DAK reguler tahun 2022 dengan pagu Rp 6,2 miliar. Sudah selesai proses tender tinggal penandatanganan kontrak kerja,” ungkapnya.(rif)