Perantau dari Daerah Terpapar Covid-19 Dikarantina di BLK dan BBI

Wali Kota Padangpanjang Fadly Amran (kanan) meninjau BLK yang disiapkan sebagai tempat karantina, Selasa (31/3). (foto: diskominfo)

Berbagai upaya dilakukan daerah untuk mencegah penyebaran virus korona (Covid-19). Pemko Padangapanjang menyiapkan Balai Latihan Kerja (BLK) dan Balai Benih Ikan (BBI) sebagai tempat karantina orang yang masuk kota dari daerah terjangkit virus korona.

Untuk memastikan kesiapan fasilitas tersebut, Wali Kota Padangpanjang Fadly Amran bersama forkopimda mencek gedung BLK yang berada di samping kantor NPM Kelurahan Ngalau, Padangpanjang Timur, Selasa (31/3).

Fadly Amran mengatakan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Padangpanjang akan membatasi orang yang akan datang ke kota berjudul Serambi Mekkah itu.

Selain mendirikan posko pemantau di batas kota, kawasan Kacang Kayu, pemko bersama forkopimda menyiapkan tempat karantina di BLK berkapasitas 32 orang, dan Balai Benih Ikan (BBI) di Gajah Tanang berkapasitas 37 tempat tidur.

“Jadi, bagi para perantau dan orang yang datang dari daerah-daerah terpapar, kita akan karantina dulu di sana,” ujar wali kota muda bergelar Datuak Paduko Malano itu.

Selain itu, kata Fadly, pihaknya pun membatasi masyarakat berkeliaran di luar rumah ataupun di pasar.

“Untuk antisipasi, masyarakat yang berbelanja di pasar diharapkan tidak lama- lama. Setelah setelah bertransaksi, langsung pulang,” imbaunya.

Masyarakat juga dibatasi berkumpul atau nongkrong di kafe-kafe. “Kita akan patroli rutin dan melakukan razia,” imbuhnya.(rel/esg)