Pemeriksaan 528 Hewan Kurban, Ditemukan 9 Kasus Cacing Hati

Dokter Wahidin Beruh melakukan pemeriksaan daging hewan kurban, Sabtu (1/8/2020).

Hari kedua Idul Adha 1441 Hijriyah Dinas Pangan dan Pertanian (Dipangtan) Kota Padangpanjang telah melakukan pemeriksaan terhadap 528 ekor hewan kurban di kota berjuluk Serambi Mekkah itu sejak Jum’at (31/7/2020).

Kabid Peternakan pada Dispangtan Kota Padangpanjang, Wahidin Beruh mengatakan pemeriksaan terhadap hewan kurban tersebut meliputi kesehatan organ tubuh dalam seperti hati, jantung, paru, ginjal, lambung/rumen, usus kondisi daging sendiri, jaringan syaraf dan lainnya.

“Pemeriksaan ini dilakukan 8 tim yang kita bentuk, masing-masing terdiri dari 3-4 orang bertugas di dua kelurahan. Tim pemeriksa yang kita bentuk, mendapat bantuan tenaga 8 mahasiswa coass Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Siak Kuala Aceh yang merupakan putra daerah Padangpanjang juga,” ungkap Wahid.

Dikatakannya, pemeriksaan 520 sapi dan 8 kambing (data sementara) di 98 titik tersebut hingga saat ini ditemukan 9 kasus cacing hati pada pemotongan hewan kurban di Kelurahan Ganting dan Sigando. Sementara temuan pemeriksaan yang masih dilakukan tim lainnya, Wahid mengaku masih belum menerima laporannya.

“Jumlah hewan qurban yang tercatat hingg Jumat (31/7) diperkirakan masih akan terjadi penambahan. Termasuk juga temuan kasus dari hasil pemeriksaan, untuk sementara ini masih dari 2 kelurahan yang sudah kami terima,” pungkas Wahid.

Ketua DPRD Padangpanjang, Mardiansyah mengatakan sangat penting memperhatikan protokol kesehatan Covid dalam pelaksanaan pemotongan hingga pendistribusian daging hewan kurban terhadap masyarakat. Hal ini disebutkannya sesuai dengan ketentuan yang telah diedarkan Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Peraturan Menteri Pertanian Nomor 114/Permentan/ PD.410/9/2014 tentang Pemotongan Hewan Kurban.

“Hal ini sangat penting untuk kita sikapi, agar pencegahan Covid-19 bisa dilakukan dengan maksimal. Kita berharap kepada panitia kurban di masjid dan mushala, serta masyarakat penerima bisa menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Tujuannya tidak hanya menjaga keselamatan diri sendiri dan keluarga, juga menyelamatkan masyarakat luas dari risiko terpapar Covid-19,” ajak Mardiansyah. (wrd)