Beri Pemahaman Warga, Ulama dan Mubaligh Turun ke Masjid dan Mushalla

Rakor Pemko Padangpanjang dengan Kemenag, MUI dan PHBI untuk pencegahan penyebaran Covid-19, Kamis (2/4). (Foto-Diskominfo)

Untuk memutus mata rantai penularan virus korona (Covid-19), Gugus Tugas Pemko Padangpanjang bersinergi dengan ulama dan mubaligh.

Salah satu bentuknya, melibatkan ulama dan mubaligh dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang beribadah di masa darurat nasional non-alam pandemi Covid-19, sebagaimana telah diputuskan dalam Maklumat dan Tausyiah MUI Sumbar.

Wali Kota Padangpanjang Fadly Amran mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kemenag, MUI dan PHBI untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang kondisi serta upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di Kota Padangpanjang. “Untuk itu, kami bersinergi dengan ulama dan mubaligh,” kata Fadly Amran, Kamis (2/4).

Sebagai tindaklanjutnya, kata Kepala Bagian Kesra Setko Padangpanjang Eri, pihaknya akan menurunkan para ulama dan mubaligh ke 38 masjid dan 38 mushalla di Padangpanjang pada 3-4 April 2020. “Para ulama dan mubaligh akan memberikan pengetahuan tentang Fatwa MUI tersebut,” kata Eri.

Isi maklumat dan tausyiah MUI yang ditindaklanjuti dengan Surat Gubernur Sumbar Irwan Prayitno itu, kata Eri, di antaranya meniadakan sementara penyelenggaraan Shalat Jumat di masjid-masjid pada daerah terjangkit Covid-19, karena dikhawatirkan atau berpotensi mengakibatkan semakin mewabahnya penularan. Jamaah diminta menggantinya dengan Salat Zuhur di rumah masing-masing.

Lalu, meniadakan salat fardhu berjamaah di masjid, mushalla dan surau di daerah tempat berjangkitnya wabah dan mengimbau umat Islam melaksanakannya di rumah. Warga juga diminta tidak menyelenggarakan kegiatan pengajian dan kegiatan lainnya yang menghimpun orang banyak di masjid, mushalla atau surau.

“Pada masa di rumah saat ini, kami menghimbau masyarakat bisa menjaga diri, keluarga dan masyarakat sekitarnya dari penularan Covid-19. Dengan menjaga pola hidup sehat, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak dan tidak ke luar rumah,” imbuhnya.(rel/esg)