Mencegah Napi Kabur, Ini yang Dilakukan Kepala Rutan Padangpanjang

35

Hari Raya Idul Fitri adalah hari yang ditunggu-tunggu masyarakat untuk berkumpul dengan sanak saudara. Terlebih juga para WBP yang sedang dipidana atau di penjara dalam Lapas maupun Rutan. Mereka para WBP pasti mempunyai hasrat yang tinggi untuk bisa berkumpul dengan keluarganya saat Lebaran.

Untuk mewujudkan hasratnya itu bisa saja dilakukan dengan berbagai cara baik yang positif maupun negatif. Nah untuk cara yang negatif inilah yang berbahaya dan bisa menimbulkan gangguan kamtib seperti pelarian, dan lain lain.

Menghindari kaburnya napi itu, Rudi Kristiawan selaku Karutan Padangpanjang melakukan berbagai hal sesuai dengan arahan pimpinan Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sumatera Barat R. Andika Dwi Prasetya.

Adapun langkah-langkah yang dilakukan Rudi adalah:

  1. Mengistruksikan bawahannya untuk memeriksa kondisi ventilasi kamar masing-masing WBP baik dari luar kamar maupun dalam kamar yang terbuat dari teralis besi secara detail.
  2. Melakukan penggeledahan / razia kamar hunian secara menyeluruh. Dari hasil razia kamar ditemukan barang-barang terlarang seperti gergaji besi kecil, sendok-sendok alumunium, dan pisau kecil rakitan.
  3. Pendekatan dari hati ke hati kepada seluruh WBP. Seusai salat jumat, Rudi berbicara kepada seluruh WBP terkait kehidupan WBP di penjara dan tentang pelayanan yang sudah diberikannya kepada WBP.

Rudi menanyakan kepada WBP dan meminta jawabannya dengan jujur apakah ada yang kurang dari pelayanan kami kepada WBP semua selama ini? sontak membuat seluruh WBP menjawab tegas tidak. Sebagian WBP mengatakan pelayanan selama 4 bulan ini sudah berjalan luar biasa baik dan sudah lebih dari cukup.

“Saya bersyukurlah kalau tidak ada yang kurang dari pelayanan kami. Untuk itu kalian wajib bersyukur ketika kalian sekarang berada di sini, walaupun sedang dipenjara. Di sini tempat kita menata diri untuk merenung, belajar dan bertaubat. Mari jaga keamanan “rumah” sementara kita ini,” ajak Rudi kepada WBP.

Baca Juga:  Jaga Keandalan Listrik selama Idul Fitri, PLN Siagakan 1.464 Petugas

Selain itu Rudi juga menyampaikan bahwa di Lapas Rutan lain belum tentu suasana enak dan asri serta nyaman seperti di Rupajang ini. Karena di tempat lain mungkin kondisinya lebih over, penuh, sehingga lebih kumuh, tidak sehat dan tidak seperti di Rupajang rasa kekeluargaannya.

“Marilah kita semua saling menjaga dan mengawasi satu sama lain. Salling mengingatkan apabila ada temen kita yang salah. Laporkan kepada saya langsung segera jika melihat pelanggaran terjadi di dalam Rupajang ini. Tetap patuhi Protokol Kesehatan jangan sampai kita lengah sedikit pun walaupun kita di dalam Rutan ini,” tegas Rudi yang merupakan jebolan AKIP 43 itu.

Hal itu ditanggapi dengan penuh semangat dan suka cita dari seluruh WBP karena semenjak Rudi bertugas menjadi Karutan yang baru ini WBP merasa lebih terayomi, dan diberikan pelayanan yang maksimal.

4. Menginstruksikan dan mengingatkan anggota pengamanan untuk intens lagi troling dan perketat penjagaan.

5. Meningkatkan koordinasi dengan jajaran TNI dan Polri.

“Hari ini tadi kami sudah mengirimkan surat permohonan bantuan keamanan kepada aparat TNI dan Polri selama bulan puasa ini dan saat lebaran nantinya. Yang sudah ketemu langsung sama pak Danyon Brimob B Pelopor Padangpanjang. Untuk pak Kapolres Padangpanjang, pak Dandim dan pak Danramil mungkin minggu depan,” ujar Rudi. (wrd)

Previous articleGubernur Sumbar Ingin Stabilkan Harga Cabai di Tingkat Petani
Next articleKunjungi Nagari, Epyardi Minta Diingatkan Bila Lupa Janji Kampanye