4 Pelaku Dibekuk, Satu Lagi masih Diburu

180
Kenangan terakhir Dahniar bersama anaknya Endrawati. (IST)

Misteri pembunuhan terhadap perempuan tua Dahniar, 85, di Kenagarian Batipuah Ateh Kecamatan Batipuh Tanahdatar, Jumat (25/9) lalu, terungkap. Jajaran Polres Padangpanjang meringkus meringkus empat dari kelima pelaku. Masing-masing pelaku berinisial HM, 33, dan PW, 20, kesehariannya sebagai sopir, JM, 32 dan cucu korban MN, 38, ibu rumah tangga.

“Ke empat pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Sementara, satu pelaku yang menjadi dalang eksekutor, masih diburu,” kata Kapolres Padangpanjang, AKBP Apri Wibowo, kemarin.

Berdasar hasil pemeriksaan penyidik, Apri menyebut tersangka MN, diduga sebagai otak dari pencurian berujung kematian wanita renta itu. Sebelum peristiwa itu terjadi, para pelaku beberapa kali melakukan pertemuan di rumah MN yang tak jauh dari rumah korban.
“Para pelaku sudah merencanakan untuk mencuri di rumah korban sekitar sebulan sebelum tragedi,” kata Apri ketika dihubungi Padang Ekspres.

Apri Wibowo menceritakan bermula pada Jumat (30/10) sekira pukul 00.15, pihaknya mendapatkan informasi bahwa tiga pelaku terlibat dalam tindak pidana curas yang berujung tewasnya korban di kawasan Kelurahan Bukitsurungan Padangpanjang.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Tim Opsnal Polres Padangpanjang melakukan pencarian terhadap J, HM dan MN. Ketiganya didapati sedang berada di sebuah rumah di Bukitsurungan. Tanpa perlawanan, ketiga pelaku langsung diringkus dan digelandang ke Mapolres untuk ditangani penyidik.

Berdasar keterangan hasil pemeriksaan yang dilakukan penyidik secara terpisah di beberapa ruangan, ketiga pelaku membenarkan terlibat dalam kasus pencurian berujung tewasnya korban.

“Berdasar keterangan para pelaku juga, kepada penyidik menyebut nama dua pelaku lainnya yang turut terlibat dalam peristiwa tersebut. Masing-masing PW, 20, warga Malalak Timur, Kabupaten Agam dan O  (yang masih diburu),” terang Apri.

Baca Juga:  Siswa SMPN 6 Padangpanjang Ciptakan Aplikasi Story Teller

Pengakuan dari ketiga pelaku tersebut, tersangka PW dan O berperan sebagai eksekutor dalam aksi curas menjelang sore itu 25 September lalu itu. Berangkat dari pengakuan tersebut, sekira pukul 04.00, petugas langsung melakukan penyelidikan dan meringkus PW di kawasan Nagari Pitalah, Kabupaten Tanahdatar.

“Saat Tim Opsnal hendak meringkus PW, saat itu juga yang bersangkutan berusaha melarikan diri. Salah seorang personel memberikan tindakan terukur terhadap tersangka. Sementara hingga saat ini, kami masih melakukan pengejaran terhadap O, yang merupakan salah satu dalang eksekutor,” pungkas Apri.

Selain meringkus 4 dari 5 pelaku kejahatan tersebut, Kapolres AKBP Apri Wibowo juga menyebut telah menyita dan mengamankan barang bukti berupa barang-barang yang dibeli dari penjualan hasil pencurian tersebut. Salah satunya satu unit sepeda motor Yamaha RX King dan beberapa helai pakaian wanita.

Sementara itu sejumlah informasi yang dihimpun di lapangan, diketahui kebiasaan korban jika keluar rumah untuk pergi menghadiri suatu acara selalu memakai perhiasan. Namun dari keterangan polisi, uang dari hasil penjualan emas milik korban itu yang diakui pelaku hanya sekitar Rp 17 juta. Banyak warga meyakini, masih banyak perhiasan korban yang belum diakui pelaku saat memberikan keterangan kepada polisi.

Sebelumya, perempuan tua malang yang tinggal berdua di rumah bersama anaknya Darmansyah, 62, kesehariannya sebagai driver ojek online itu, diduga dibunuh usai dirampok pelaku MN, 38, bersama 5 rekannya. (wrd)