TPID Temukan Harga Komoditi Relatif Stabil, Migor Curah Masih di Atas HET

11
PANTAU HARGA: TPID Padangpanjang memantau sejumlah harga pangan di pasaran. Harga sejumlah komoditi terpantau relatif stabil.(IST)

Meski terjadi banyak kenaikan harga hingga pekan terakhir di penghujung Maret lalu, harga komoditi berdasarkan pantauan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Padangpanjang tercatat relatif stabil.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM (Perdagkop), Jevie C Eka Putra menyebut stabilitas harga tersebut setidaknya terpantau pada 39 dari 44 komoditas yang dipantau TPID.

Fluktuasi harga terjadi di sejumlah komoditi, yang difaktori ketersediaan dan pasokan atas kebutuhan pasar di kota berjuluk Serambi Mekkah itu.

“Komoditi yang mengalami kenaikan harga di antaranya daging ayam broiler naik dari Rp 31.250/kg menjadi Rp 31.750/kg. Cabai merah dari Rp 34.750/kg menjadi Rp 35.500/kg. Bawang merah naik dari Rp 29.375/kg menjadi Rp 30.000/kg. Wortel naik dari Rp 10.000/kg menjadi Rp 12.000/kg,” tutur Jevie, Minggu (3/4).

Sedangkan untuk komoditi yang turun di antaranya gula pasir turun dari Rp 15.250/kg menjadi Rp 15.000/kg. Cabai rawit turun dari Rp 33.750/kg menjadi Rp 32.500/kg.

Gambaran tersebut jelasnya, mengindikasikan ketersediaan pasokan untuk 44 komoditas relatif cukup tersedia di Kota Padangpanjang.

Baca Juga:  Irjen Pol Angesta Romano Yoyol Resmi Bergelar Datuak Gindo Sati

“Pergerakan naik pada empat komoditas disebabkan karena terjadinya peningkatan permintaan Ramadhan 1443 H. Namun, kenaikan harga tersebut masih dalam batas kewajaran konsumen,” ucap Jevie.

Sementara itu Kabag Perekonomian dan Sumber Daya Alam, Putra Dewangga mengatakan, terkait minyak goreng curah dalam pekan ini sudah tersedia dalam jumlah yang cukup.

Namun diakuinya masih dengan harga di atas HET yang ditetapkan Permendag Nomor 11 Tahun 2022 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) Minyak Goreng Curah, yaitu Rp 14.000/liter atau Rp 15.500/kg.

“Sebaiknya ini ditelusuri lebih lanjut oleh OPD terkait (Disperdakop UKM) bersama institusi terkait (Polres Kota Padangpanjang) untuk mengetahui penyebab tingginya perbedaan harga tersebut,” jawab Putra dihubungi terpisah. (wrd)