Pasar Kuliner Padangpanjang Ditertibkan

PEMBONGKARAN: Tim gabungan penertiban Pasar Kuliner di Padangpanjang membongkar tenda-tenda pedagang yang ditemukan terpasang saat siang hari.

Pasca-sosialisasi aturan penempatan kawasan berdagang, tim gabungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama Subdenpom I/4-5 Padangpanjang melakukan penertiban di Pasar Kuliner Padangpanjang, Kamis (4/6). Penertiban tersebut, bentuk ketegasan Pemko Padangpanjang dalam menegakkan aturan yang telah digariskan melalui peraturan daerah (Perda) dan peraturan wali kota (Perwako).

“Dalam konteks ini, aktivitas pedagang di Pasar Kuliner telah melanggar salah satu aturan Perda tentang Kententraman dan Ketertiban Umum (Trantibum). Pedagang kuliner juga sudah melanggar ketentuan dan kesepakatan yang telah ditentukan UPT Pengelola Pasar dari Dinas Perdagangan Koperasi (Disperdagkop) dan UMKM,” kata Kepala Satpol PP Padangpanjang, Albert Dewitra.

Albert menambahkan, kawasan terminal kantin dalam ketentuannya sebagai Pasar Kuliner dimulai dari pukul 16.00 hingga tutup malam atau dini hari. ”Sementara siangnya, kawasan itu merupakan fasilitas umum berbagai kegiatan usaha lainnya yang beraktivitas di siang hingga sore. Termasuk menjadi tempat parkir kendaraan,” ucap Albert.

Ia berharap dinas terkait untuk menyiapkan regulasi yang konkret untuk pengelolaan Pasar Kuliner tersebut. Pasar Kuliner dinilai merupakan salah satu etalase kota yang harus tampak rapi dan cantik. “Hal ini diharapkan agar tidak terjadi tumpang tindih kebijakan,” harapnya.

Kepala UPT Pengelolaan Pasar pada Diperdagkop dan UMKM Padangpanjang, Doni juga menegaskan pedagang telah melakukan pelanggaran dengan membiarkan sarana dagangan menempati seakan permanen di kawasan yang juga tempat adanya aktivitas lainnya.

“Sebelumnya pedagang meminta selama suasana Lebaran, bisa berjualan tanpa harus mengosongkan lapak mereka. Namun setelah masa disepakati berakhir, mereka tidak mengabaikan kesepakatan. Maka setelah tahapan dua kali sosialisasi lisan dan dua kali imbauan tertulis tetap masih diabaikan, maka kita mengambil kebijakan melakukan penertiban dengan melibatkan Satpol PP bersama tim dari Subdenpom,” ucapnya.

Sementara itu Komandan Subdenpom I/4-5 Padangpanjang, Kapten CPM Ali Yohanes mengaku pihaknya sebagai bagian dari unsur Forkopimnda mendukung kebijakan kepala daerah dalam menegakkan aturan yang telah digariskan. Berfungsi sebagai polisi militer, dirinya menegaskan bakal melakukan tindakan tegas jika ada oknum TNI yang berani mem-backing perbuatan melanggar aturan dan kebijakan pemerintah.

“Kami siap mendukung dan mengawal kebijakan pemerintah dalam meneggakkan aturan. Oknum TNI jika ketahuan mem-backing, akan ditindak tegas sesuai dengan perundangan yang berlaku,” tegas Ali Yohanes yang baru dua bulan bertugas di kota berhawa sejuk itu. (wrd)