Urai Macet Parah, Polresta Padangpanjang Terapkan Sistem Lalin Buka Tutup

14

H+3 kondisi arus lalu lintas (lalin) di Kota Padangpanjang meningkat hingga tiga kali lipat dari sebelumnya, Kapolres Padangpanjang mengimbau para pemudik untuk tetap patuh peraturan dan petunjuk petugas di lapangan.

Kapolres Padangpanjang AKBP Novianto Taryono, mengimbau masyarakat yang melewati wilayah hukumnya untuk tidak mengendara dalam kondisi capek.

Hal ini diingatkannya agar tidak membahayakan diri sendiri serta pengemudi lainnya dan demi menjaga rasa aman dan nyaman sesama pengguna jalan. Guna menghindari kelelahan berlebih, Novianto mengimbau pemudik memanfaatkan fasilitas pos pelayanan yang ada untuk beristirahat.

“Sejak dua hari belakangan hingga saat ini, arus lalin terus meningkat hingga tiga kali lipat. Kami mengajak seluruh pengemudi, untuk sama-sama menjaga keselamatan dengan tidak memaksakan berkendara jika merasa lelah akibat terjebak macet,” imbau Novianto, Jumat (6/5/2022).

Disampaikan Novianto, dengan kondisi jalur padat merayap akibat tingginya debit kendaraan, menuntut kesabaran pengemudi dan pengendara untuk bertahan di jalur kiri. Hal ini dikatakan agar situasi kemacetan tidak diperparah pengemudi bandel yang mengambil jalur kanan.

“Pengemudi harus bisa bersabar dan tidak menyerobot jalur berlawanan arah demi kelancaran dan keselamatan berlalu lintas. Termasuk pengendara roda dua, agar tidak ugal-ugalan menyalip di tengah kemacetan,” ucap Novianto.

Baca Juga:  Rp 230 Juta Untuk Atasi Longsor, Dari BTT Pemko Padangpanjang

Buka Tutup

Sementara itu Kasat Lantas Iptu Aldy Lazzuardi menyebut guna mengurai kemacetan memberlakukan buka tutup di sejumlah lokasi yang menjadi titik penumpukan kendaraan.

“Kita mencoba mengurai kemacetan dengan sistem buka tutup dan rekayasa lalin di sejumlah titik simpul kemacetan. Hal ini melihat Padangpanjang menjadi titik simpul kemacetan, baik dari arah Padang maupun Bukittinggi.

Diakui Iptu Aldy, meski lonjakan kendaraan tidak bisa dihindari, tetapi bagi pengendara juga diminta untuk memanfaatkan waktu-waktu tertentu dalam menghindari kemacetan.

“Contohnya, bagi yang ingin ke Padang atau Bukittinggi, bisa berangkat setelah Salat Subuh. Demikian juga jika ingin pulang, bisa memilih malam hari untuk menghindari macet,” ungkap Aldy.

Selain itu, Satlantas juga akan menempatkan sejumlah personel di lokasi-lokasi yang rawan sebagai penyebab kemacetan. Seperti di kawasan pemandian Lembah Anai dan Rumah Makan Aia Badarun.

“Petugas kita juga melakukan hunting, untuk menertibkan pengendara yang membandel dan mencoba menerobos kemacetan. Baik yang berpakaian dinas maupun tidak berpakaian dinas,” pungkas Aldy. (ava)