Optimistis Capai Kategori Utama KLA, Ini Upaya Pemko Padangpanjang

17

Ruang bermain ramah anak didirikan Pemko Padangpanjang di sejumlah kelurahan.

Empat tahun terakhir meraih predikat Madya, Pemko Padangpanjang pada 2022 ini optimistis melompat capai Kategori Utama sebagai Kota Layak Anak (KLA). Optimisme itu mencuat usai mengikuti Verifikasi Lapangan Hybrid (VLH) baru-baru ini.

Kepala Bappeda sekaligus Ketua Gugus Tugas KLA Kota Padangpanjang, Rusdianto mengungkapkan optimisme dengan dua lompatan tersebut seiring dengan langkah dan kebijakan strategis yang diterapkan secara masif berbagai pihak terkait.

“Secara umum kebijakan Pemko yakni mewujudkan fasilitas dan infrastruktur yang layak anak di sekolah, taman, tempat perbelanjaan, dan rumah ibadah. Targetnya seperti diharapkan Pak Wali Kota, anak-anak kita ini bisa mendapatkan fasilitas dan kenyamanan hidup di Kota Padangpanjang,” ucap Rusdianto, Senin (6/6/2022).

Kebijakan strategis itu dimulai dengan meningkatkan tata kelola pemerintahan yang resposif, inovatif dan partisipatif.

“Secara programnya dilakukan pemenuhan hak dan meningkatkan kualitas terhadap anak, guna mencapai indikator persentase forum anak yang aktif dan Indikator KLA sesuai standar,” papar Rusdianto.

Baca Juga:  Rumah Dinas Wako Padangpanjang, Satu-satunya yang Jadi Galeri Lukisan

Sdangkan gambaran KLA Kota Padangpanjang yang merujuk pada 5 klaster dan kecamatan/kelurahan layak anak, berkaitan dengan hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, kesehatan dasar dan kesejahteraan, pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya, dan klaster terakhir berupa perlindungan khusus.

Klaster I berupa hak sipil dan kebebasan tersebut dikatakannya, di antaranya berkaitan dengan kemudahan layanan administrasi kependudukan, layanan informasi, ketersediaan media atau ruang partisipasi dan kegiatan serta keterlibatan kegiatan formal pemerintah.

Klaster II berkaitan dengan lingkungan keluarga, yakni tentang pencegahan perkawinan usia anak yang dilakukan melalui kampanye pendewasaan usia perkawinan dengan pemilihan duta GenRe, serta peningkatan kader Tibrina (BKB, BKR dan BKL).

Klaster III berkaitan pelayanan kesehatan ramah anak. Klaster IV menciptakan sekolah ramah anak. Dan Klaster V menghadirkan lembaga penyedia layanan dan perlindungan khusus anak seperti Rumah Healing, LK3 Raudah, PUSPAGA dan Satgas PPA. (ava)