Inilah Perburuan Unik Saat Subuh di Pasar Pusat Kota Padangpanjang

157

Setelah Salat Subuh, dingin masih membekap Kota Padangpanjang. Tetapi nafas pasar mulai berdengus. Derap-derap langkah para petani kembali memadati pasar-pasar seantero Bumi Serambi Mekkah itu.

Berbalutkan baju tebal sekadar melindungi tubuh dari dinginnya pagi, para petani mulai menurunkan sayur-mayur hasil ladang dari sebuah angkutan umum untuk dijajakan di Pasar Pusat Padangpanjang.

Urat nadi ekonomi di pasar mulai berdenyut. Puluhan petani datang dari berbagai daerah di sekitar. Mereka tumpah ruah di pasar yang beralamat di Jalan Imam Bonjol itu.

“Ya, hari Jumat merupakan hari pasar (hari balai) di Pasar Padangpanjang. Wajar seluruh petani turun ke pasar menjajakan sayuran ke pedagang eceran. Sayuran tersebut dapat dibeli dengan paket besar, dan eceran. Selain itu, harganya sangat murah karena dibeli langsung dari petani yang datang ke pasar,” ucap Fitri Arsih, pemudik yang sengaja datang subuh untuk berburu sayur-sayuran untuk di jadikan oleh-oleh, Jumat (6/5/2022).

“Ini sebagai buah tangan untuk para tetangga di Padang,” tambah Fitri.

Uniknya, transaksi yang dilakukan oleh petani kepada pembeli tidak berlangsung lama. Hal ini disebabkan, keberadaan mereka bisa mengganggu aktivitas lain di pasar Padangpanjang.

“Kita berjualan memadati jalan Imam Bonjol ini jelang pukul 08.00 saja. Jika semua dagangan yang kita bawa ini tidak habis, maka kita akan membawa ke dalam pasar. Kalau perlu membuka lapak di dalam pasar,” ucap Aminah salah seorang petani sayur yang berasal dari kaki Gunung Singgalang menjabarkan.

Cukup beraneka ragam sayur-sayuran yang dibawa petani. Untuk eceran, wortel yang di hargai 10.000 rupiah untuk sekantong besar. Daun saledri yang dijual 5.000 rupiah untuk satu ikat besar, dan berbagai sayur-mayur yang dibutuhkan pedagang untuk dijual kembali dan ibu rumah tangga.

Baca Juga:  Rp 230 Juta Untuk Atasi Longsor, Dari BTT Pemko Padangpanjang

“Untuk harga sendiri lebih murah 40 persen, dan jumlahnya cukup banyak dari pasar yang ada di Kota Padang,” tambah Fitri Arsih.

Tak ayal, transaksi yang berlangsung tak lebih dari dua jam ini langsung ludes diborong pembeli. Cukup menjadi pemandangan yang indah setelah subuh di Kota Padangpanjang.

Selain itu, ada yang unik bagi pencinta kuliner pagi di Pasar Padangpanjang. Para penikmat gulai kambing dapat menjajal seporsi gulai kambing yang telah dijual sejak subuh. Uniknya, gulai kambing yang dipasarkan tersebut akan habis terjual jelang pukul 07.00.

Untuk mendapatkan gulai kambing, pengunjung bisa mendatangi RM Delima, RM Singgalang, dan RM Gumarang yang menjual gulai kambing di saat hari pasar saja.

“Saya belum beruntung, karena datang terlambat. Telah tiga rumah makan saya kunjungi pagi ini. Tapi, gulai kambing sudah habis,” sesal Elson pemudik dari Jakarta yang terlambat membeli gulai kambing.

Elson ke pasar untuk membeli gulai kambing tepat pukul 07.00. “Mungkin masih suasana lebaran. Biasanya pada jam segini, gulai kambing masih ada. Tapi saat ini sudah habis,” tutupnya.

Selain berburu gulai kambing, pengunjung bisa menikmati sepiring Katupek Pitalah yang berada di dalam Pasar Padangpanjang. Seporsi ketupat yang disiram dengan gulai nangka dengan potongan besar, cukup memanjakan lidah para pengunjung pasar. Ya, wisata kuliner di Kota Padangpanjang dapat dijajal sedari subuh hingga larut malam. (*)