Diinisiasi FKUB Padangpanjang, Silaing Bawah Resmi jadi RKSK

12

Silaing Bawah resmi menjadi Rintisan Kelurahan Sadar Kerukunan (RKSK) pertama yang diinisiasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Padangpanjang.

“Kerukunan antar agama, kerukunan antar suku tentu harus menjadi citra di tengah masyarakat. Menjaga kerukunan adalah esensi yang paling melekat sebagai umat beragama,” sebut Wali Kota Padangpanjang Fadly Amran saat peresmian RKSK, Kamis (08/04/2021), di Aula Kantor Lurah Silaing Bawah.

Fadly menyebutkan, semangat keberagaman, semangat kebersamaan yang tercantum di dalam Bhineka Tunggal Ika, sebagai penduduk yang baik itu harus menjadi prioritas dalam kehidupan bermasyarakat.

Benturan antar masyarakat akan menjadi permasalahan yang besar bagi bangsa dan menjadi distraksi yang sangat luar biasa terhadap perekonomian. Itu makanya kontribusi sebagai warga negara dan anak bangsa sangatlah penting.

“Kita harus berani mengatakan Padangpanjang rukun, masyarakat Padangpanjang adalah masyarakat yang toleran, masyarakat yang majemuk, masyarakat yang betul-betul menghargai eksistensi ke setiap lapisan masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Kakan Kementerian Agama (Kemenag) Padangpanjang, Gusman Piliang, menyampaikan, pencanangan RKSK dalam rangka memberikan motivasi dan sekaligus role model bagaimana hidup rukun di tengah masyarakat.

Baca Juga:  Mencegah Napi Kabur, Ini yang Dilakukan Kepala Rutan Padangpanjang

“Ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi-potensi yang menimbulkan retaknya kerukunan umat beragama sesuai dengan tri kerukunan umat beragama di Indonesia, baik itu internal beragama, antar umat beragama, maupun umut beragama dengan pemerintah,” ucapnya.

Gusman juga mengatakan, RKSK di Silaing Bawah sudah memenuhi kriteria dan indikator dari sebuah kelurahan yang rukun. Pertama, masyarakatnya pluralisme, ada rumah ibadah dan peranan pemerintah dalam hal ini kelurahan untuk menciptakan kerukunan.

Dengan adanya kegiatan ini, katanya lagi, semoga bisa menjadi role model sesuai harapan kita semua, kerukunan umat beragama, kerukunan bermasyarakat, sehingga tidak terjadi konflik apapun dan membawa dampak positif bagi pembangunan daerah. (rel)

Previous articleBCA dan Blibli Kolaborasi Hadirkan Desa & Nagari Binaan Goes Digital
Next articlePTBA Salurkan 800 Paket Sembako bagi Masyarakat Pra-sejahtera