Mahasiswa KKN Unand Sukseskan Vaksinasi di Silaing Bawah Padangpanjang

162

Mendorong maksimalisasi pelayanan vaksin bagi masyarakat, mahasiswa KKN Universitas Andalas ambil peran membantu penyelenggaraan vaksinasi Covid-19 di Kelurahan Silaing Bawah, Kota Padangpanjang sejak Kamis (8/7/2021) lalu.

Sebanyak 19 mahasiswa dari berbagai fakultas itu berperan aktif mulai dari registrasi, pengecekan suhu tubuh dan tekanan darah setiap anggota masyarakat yang akan divaksin. Mereka juga sangat membantu terwujudnya protokol kesehatan (prokes) Covid-19, dengan mengatur tata lokasi pelaksanaan vaksin.

Lurah Silaing Bawah, Dedi Adrian mengaku sangat terbantu dengan kehadiran mahasiswa KKN Unand. Dia melanjutkan bahwa program vaksinasi Covid-19 ini menimbulkan antusiasme ratusan anggota masyarakat dan selama tiga kali kegiatan vaksinasi, semuanya berjalan lancar tanpa mengabaikan prokes.

Disebutkan Dedi, kegiatan vaksinasi di Kelurahan Silaing Bawah yang melibatkan tenaga kesehatan (nakes) Puskesmas Bukit Surungan tersebut telah menghabiskan lebih dari 500 dosis selama 8, 13 dan 16 Juli. Masing-masing kegiatan pertama untuk 277 orang, kegiatan kedua 260 orang dan 150 orang di kegiatan ketiga.

“Kami sangat bersyukur di tengah tingginya antusias masyarakat mengikuti program vaksinasi ini, mahasiswa KKN Unand hadir dan berperan aktif dalam melancarkan pelaksanaan. Terutama di gerai vaksinasi covid, antusias masyarakat dapat dikelola dengan baik, sehingga prokes tetap berjalan cukup baik,” tutur Dedi.

Dedi juga mengapresiasi proaktif mahasiswa KKN Unand dalam membantu implementasi program kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Padangpanjang. Di antaranya di Kelurahan Silaing Bawah, mahasiswa juga aktif membantu pelayanan di kelurahan dan sosialiasi layanan berbasis online.

“Selain menyukseskan pelaksanaan program vaksinasi, 19 orang mahasiswa KKN dari Unand ini sangat aktif mendukung berbagai kegiatan di kelurahan. Baik layanan langsung di kantor, maupun layanan administrasi kependudukan (adminduk) berbasis online seperti Paduko melalui sosialisasi yang diberikan dengan sangat baik,” beber Dedi.

Mahasiswa dari delapan fakultas di Unand melaksanakan kegiatan KKN sejak 8 Juli 2021 lalu hingga 21 Agustus 2021. “Semoga target KKN guna menciptakan mahasiswa yang senantiasa melakukan pengabdiannya kepada masyarakat bisa terwujud. Kami sangat mengapresiasi peran aktif mahasiswa KKN, sehingga penyelenggaraan vaksinasi di Kelurahan Silaing Bawah berjalan dengan lancar dan sukses,” harapnya.

Terkait dengan program vaksinasi tersebut, Dedi menyebut sebagai upaya dari Pemkot Padangpanjang melalui kelurahan guna menekan risiko pandemi Covid-19 di kota tersebut. Program gebyar vaksinasi ini juga ditargetkan mampu mendorong capaian target Sumbar di angka 45 persen untuk keluar dari peringkat 32 nasional saat ini.

“Namun khusus Padangpanjang berdasarkan data Dinas Kesehatan, target capaian vaksinasi di Sumbar per 24 Juli ini berada di peringkat teratas. Masing-masing capaian vaksinasi dosis pertama 43,86 persen dan dosis kedua di angka 13,93 persen. Hal ini menujukkan tingginya antusias masyarakat, sehingga menyebabkan stok vaksin tidak mencukupi untuk 44.065 sasaran,” terang Dedi.

Baca Juga:  100 Penyair akan Hadiri Temu Penyair Asia Tenggara II di Padangpanjang

Salah seorang warga peserta vaksinasi, Hermayanti, 47, mengaku sebelumnya masih ragu dan bahkan takut untuk menjalani vaksinasi karena begitu banyaknya informasi negatif yang beredar di banyak sosial media. Namun setelah dibarengi sosialisasi dari pemerintah, dirinya baru bisa menyadari begitu pentingnya vaksinasi dalam menghadapi wabah pandemi ini.

“Dulu memang saya akui, kami sekeluarga enggan untuk divaksin karena takut setelah membaca banyak informasi menakutkan tentang efek vaksin bagi manusia. Namun setelah sering mendengar sosialisasi dari jajaran pemerintah, termasuk lurah, kami jadi sadar manfaatnya. Apa lagi sekarang sudah menjadi suatu syarat wajib jika mengurus perizinan dan keperluan administrasi lainnya,” sebut Yanti usai menerima vaksinasi dosis pertamanya.

Warga lainnya Nuriana, 61, mengungkapkan sangat senang telah sukses menjalani vaksinasi dosis pertamanya melalui gerai vaksinasi yang dibuka di halaman Kantor Lurah Silaing Bawah itu. Namun dirinya berharap pemerintah dapat mengevaluasi pelaksaan vaksinasi, sebagai apresiasi meningkatnya kemauan masyarakat menjalani program vaksin tersebut.

“Kita lihat masyarakat sudah sangat peduli akan pentingnya vaksinasi ini. Karena itu saya lihat, pemerintah harus mengevaluasi pelayanan vaksinasi. Seperti yang saya rasakan, di usia yang sudah lebih setengah abad ini tentunya sangat berat untuk mengantre lama,” ungkap Nuriana.

Sementara itu mahasiswa KKN Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Unand, Melia Oktora di satu sisi menilai program vaksinasi pada dua gerai yang didirikan perangkat Kelurahan Silaing Bawah dengan Puskesmas Bukitsurungan itu cukup sukses. Namun di sisi lainnya, terdapat beberapa hal yang perlu menjadi perhatian khusus guna mencapai hasil lebih maksimal lagi.

Vaksinasi di gerai Masjid Nurul Huda dan Kantor Lurah dari beberapa kali pelaksanaan sejak pukul 08.00 – 15.00 WIB itu, kuantitas peserta vaksinasi belum terakomodir maksimal dengan kualitas sarana prasarana. Terutama disebutkan Melia, antusias masyarakat mendaftar setiap kegiatan yang mencapai sedikitnya 500 orang, hanya mampu dilayani vaksinator lebih kurang 50 persen.

“Selain ruang layanan vaksinasi mulai dari pendaftaran, screening, suntik dan pengambilan kartu vaksin hanya berdaya tampung kecil, dukungan dua vaksinator merupakan salah satu alasan rendahnya daya layanan. Namun di sisi lainnya, kami yang turut diperansertakan cukup efektif mempercepat proses pendaftaran. Hal ini juga sedikit mendorong percepatan pelayanan vaksinasi untuk ke tahapan selanjutnya,” jawab Melia sembari menilai antusias masyarakat cukup kooperatif dengan ketentuan prokes dalam mengikuti antrean. (Alivia Eriyandha & Ferdinal)