Tepat Momentum Ultah, Wako Fadly Amran Terima AK-PWI

12

Menjadi kado terindah momen ulang tahun (ultah) ke-34 yang bertepatan dengan puncak perayaan Hari Pers Nasional (HPN), Wali Kota Padangpanjang, Fadly Amran BBA Datuak Paduko Malano menerima Anugerah Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia (AK-PWI) 2022, Rabu (9/2).

Penyerahan penghargaan PWI Pusat ini, dilakukan simbolis secara virtual oleh Presiden Joko Widodo dari Istana Negara dalam agenda membuka peringatan HPN yang diselenggarakan di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Selain AK-PWI, juga turut diserahkan Anugerah Jurnalistik Adinegoro untuk insan pers serta Press Card Number One bagi sejumlah wartawan senior.

“Alhamdulillah penghargaan ini adalah kepercayaan dari wartawan Indonesia yang bernaung di bawah PWI, atas capaian Kota Padangpanjang dalam penanganan Covid-19 berbasis kearifan lokal. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam penilaian ini dan kepada warga Kota Padangpanjang yang telah mendukung upaya-upaya penanganan Covid-19 oleh Pemko,” ucap Wako Fadly di pelataran Masjid Terapung Al Amin Kendari seusai penyerahan penghargaan AK-PWI.

Terkait proses menuju capaian penghargaan AK-PWI 2022 ini, tahap awal seleksi dengan mengirimkan proposal dan video sesuai tema untuk dinilai Tim Juri yang terdiri dari akademisi, budayawan, pelaku seni, wartawan kebudayaan, dan perwakilan PWI.

Pada tahap itu, Wako Fadly masuk nominasi bersama sembilan kepala daerah lainnya. Tahapan berikut dilakukan presentasi dan verifikasi 10 bupati/wali kota yang proposal dan videonya terbaik di hadapan Tim Juri pada 16 Desember 2021 lalu, hingga Fadly dinilai layak menerima AK-PWI 2022 ini.

“Saya secara pribadi mengucapkan terima kasih kepada Ketua PWI Sumbar bersama tim (Basril Basyar dan Gusfen Khairul) yang menjadi supervisor dalam penilaian ini. Kepada Tim Kerja Dinas Kominfo. Tak ketinggalan kawan-kawan wartawan yang selama ini bekerja sama dan membantu kami menginformasikan geliat aktivitas dan pembangunan di Kota Padangpanjang. Sekali lagi terima kasih juga kepada ninik mamak, kaum adat, dan masyarakat,” ucapnya.

Baca Juga:  Irjen Pol Angesta Romano Yoyol Resmi Bergelar Datuak Gindo Sati

Selain Wako Fadly yang menjadi satu-satunya kepala daerah dari Sumatera Barat yang menerima AK-PWI ini, penghargaan yang sama juga diterima La Bakry (Bupati Buton), Hendra Lesmana (Bupati Lamandau), Nina Agustina Da’i Bachtiar (Bupati Indramayu), Helmi Hasan (Wali Kota Bengkulu) Yuhronur Efendi (Bupati Lamongan), Gibran Rakabuming Raka (Wali Kota Surakarta), Suprawoto (Bupati Magetan), dan Bupati Sumbawa Barat, Musyafirin. Sementara Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi dianulir PWI lantaran kasus operasi tangkap tangan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas kasus suap yang menjeratnya.

Ketua PWI Pusat, Atal S. Depari menyebut, untuk mendapatkan penghargaan AK-PWI, terdapat kriteria dan persyaratan yang harus dipenuhi wali kota muda ini sesuai dengan tema yang diangkat PWI Pusat. AK-PWI periode tahun keempat ini, menitikberatkan pada upaya memenangkan kesehatan dan kemanusiaan, serta perilaku baru, berbasis informasi dan kebudayaan.

“Dengan titik berat atau tema tersebut, kita berharap mendapatkan sosok-sosok kepala daerah yang inspiratif dalam mewujudkan perilaku baru bagi warganya, dengan cara-cara inovatif. Di tengah-tengah dunia yang juga melakukan inovasi-inovasi dan perilaku baru,” jelas Atal sembari menyebut proses penilaian anugerah dilakukan sejak September 2021 lalu.

Sementara itu, Presiden Jokowi dalam sambutannya mendorong media-media mainstream agar segera melakukan transformasi dan semakin berinovasi dalam membanjiri platform dengan konten yang berkualitas.

“Media harus semakin inovatif, meningkatkan teknologi untuk mengakselerasi pertumbuhan yang sehat, membanjiri kanal-kanal dan platfrom-platform dengan berita-berita baik dan mencerdaskan, dan mengisi konten-konten yang berkualitas, dan menjadikan kepercayaan dan integritas sebagai modal untuk merebut peluang- peluang yang ada,” ucap Jokowi.(*)