Dua Tahun Pimpin Padangpanjang, Ini Strategi dan Capaian Fadly-Asrul

19

Masa kepemimpinan Wali Kota Fadly Amran Dt Paduko Malano bersama Wakil Walikota Asrul di Padangpanjang genap dua tahun, pasca dilantik Gubernur Sumbar Irwan Prayitno pada 9 Oktober 2018 silam.

Wako Fadly Amran menyebut tahun kedua kepemimpinan bersama Wawako Asrul dengan APBD 2020 hanya sebesar Rp 595.419.550.986 mengalami defisit sebanyak Rp 49.100.000.000. Kebutuhan belanja daerah Rp 644.519.550.986.

Duet organisatoris dan birokrat itu menghasilkan sederet prestasi dari tingkat nasional dan provinsi bagi daerah yang berjuluk Kota Serambi Mekkah itu.

Tekanan situasional mengharuskan dirinya memutar otak guna mengatur strategi kebijakan pemerintahan akibat terpaan wabah pandemi Covid-19 di awal Tahun Anggaran 2020.

Menurut Fadly, keberhasilan itu berkat sinergisitas yang terjalin kuat dengan berbagai unsur, termasuk jajaran lintas partai yang duduk di DPRD Padangpanjang.

Pasangan yang diusung Partai Golkar juga dinilai mampu mendorong penguatan Kota Padangpanjang yang bermarwah dan martabat melalui kebijakan pengembangan sumber daya Mlmanusia (SDM) di berbagai sektor.

Refocusing program kebijakan dan anggaran yang diterapkan di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada, dititikberatkan pada penerapan stabilitas ekonomi dan sosial masyarakat secara merata di setiap sektor kebijakan.

Hal itu diiringi kreativitas dan inovatif jajaran OPD dalam menjalankan visi dan misi pemerintahan, dengan melihat sisi efektivitas dan prioritas, serta asas  manfaat yang langsung menyentuh masyarakat.

“Berat tentu berat. Namun bukan berarti kita harus menyerah dalam upaya memberikan yang terbaik untuk masyarakat dan pembangunan Kota Padangpanjang di tengah terpaan pandemi Covid-19. Alhamdulillah berkat sinergisitas semua unsur, hasilnya berbagai apresiasi tingkat provinsi dan nasional di berbagai sektor program dan kebijakan pemerintahan yang diterapkan,” ungkap Fadly Amran didampingi Asrul.

Fadly mengatakan dalam mengangkat kembali marwah Padangpanjang sebagai tujuan pendidikan, pemerintahannya banyak mengambil terobosan untuk layanan pendidikan yang maksimal.

Tidak hanya memastikan seluruh anak Padangpanjang mendapatkan sekolah terbaik di kota itu, Fadly dan Asrul juga melakukan penguatan kualitas bekerja sama dengan berbagai pihak.

Langkah lainnya untuk peningkatan layanan pendidikan, Fadly-Asrul juga memaksimalkan hibah terhadap institusi pendidikan. Di antaranya berupa tanah terhadap MTsN, MAPK, MAN, Barin, KAUMAN, Diniyyah, Thawalib yang nota bene merupakan sekolah favorit diluar sekolah negeri yang ada di Padangpanjang.

“Targetnya mengembalikan marwah sekolah tersebut kembali unggul secara merata sebagai mana dulunya merupakan tujuan masyarakat dari berbagai daerah dalam urusan pendidikan anak,” ujarnya.

Baik itu rotasi jabatan, peningkatan fasilitas sekolah yang berkaitan dengan daya kapasitas sebagai persiapan menampung masyarakat luar Padangpanjang dan Sumbar yang masuk bersekolah di kota ini.

“Ini target kita dalam tiga tahun ke depan, menyentuh seluruhnya, termasuk sekolah agama dan smart surau dengan setiap masjid memiliki tempat-tempat pembelajaran,” tutur Fadly.

Selain maksimalisasi sarana dan prasarana pendidikan, Fadly dan Asrul mengaku juga komitmen peningkatan SDM tenaga kependidikan.

Berbagai reward telah diprogram untuk memancing terlahirnya guru dan murid juara, di antaranya bonus umrah, beasiswa menulis, serta menegaskan terciptanya good managerial di sekolah-sekolah.

Termasuk menjalin kerja sama dengan pihak lain, yakni salah satunya dengan Ruang Guru yang telah berjalan dua tahun belakangan, yang akan menjadi salah satu tolak ukur capaian pembangunan dari sektor pendidikan.

“Memang capaian belum sesuai target awal, karena harus menyesuaikan dengan kondisi anggaran di tengah pandemi Covid-19. Pembangunan fisik tetap berjalan, meski tidak secara masif dan belum berjalan semaksimal yang kita inginkan. Namun dorongan untuk peningkatan mutu, dapat kita bangun secara masif seperti pelaksanaan PBM secara daring dengan menyediakan sarana internet gratis di setiap kantor lurah, masjid dan mushalla untuk kepentingan peserta didik yang berdomisili di kawasan sekitar,” tambah Asrul.

Sementara itu, terkait kebijakan pemerintahan di sektor ekonomi Fadly mengaku sangat komit dalam mendorong pembangunan SDM entreprenueur. Salah satunya target lima tahun untuk konversi koperasi konvensional menjadi syariah, telah mencapai hampir 100 persen di tahun kedua ini.

Tujuannya meningkatkan daya kompetisi dengan mengutamakan elemen kejujuran. Selain itu di tahun kedua di tengah pandemi Covid-19 ini, maksimalisasi pasar masih menjadikan salah satu program prioritas pembangunan dengan menggelontorkan dana ABPD untuk peningkatan sarana dan prasarana. Termasuk memberikan kebijakan khusus penguatan stabilitas ekonomi masyarakat dengan menurunkan sewa dan memberikan stimulus.

“Ini langkah kita untuk memaksimalkan peran pasar untuk meningkatkan UMKM. Meski lesu akibat kondisi wabah, namun aktivitas pasar kita ini bisa dilihat berjalan cukup baik. Di sisi lain, program inkubasi juga sudah berjalan luar biasa dengan salah satunya keberadaan Rumah Wirausaha, keringanan perizinan, permodalan dan bantuan perlatanan yang tetap berjalan di tahun ini,” katanya.

Di sektor perdagangan, katanya pemko  tak surut meski dalam terpaan Covid-19. “Secara target rasanya cukup tercapai, dengan salah satu buktinya raihan penghargaan dari kementerian,” tegas Fadly sembari menyebut penguatan ekonomi dari sektor perdagangan akan terus dibenahani secara bertahap.

Untuk kebijakan di sektor sosial yang mencakup secara komprehensif terhadap sisi kesejahteraan masyarakat, Fadly mengatakan berjalan secara kontiniu sejak tahun pertama kepemimpinannya bersama Asrul.

Baca Juga:  Fungsi GOR Bancahlaweh bakal Ditata

Terkhusus di tahun kedua di masa pandemi Covid-19 ini, beragam bentuk bantuan stimulan telah menjadi pioner di Sumbar bahkan nasional. Di antaranya berupa pembagian sembako sampai dua periode, bantuan Baznas, ASN, dan bantuan langsung tunai pertama untuk tiga bulan, dilanjutkan kembali pada Oktober-Desember ini.

“Ini juga salah satu bentuk komitmen kita dalam pembangunan dari sektor sosial kemasyarakatan. Di luar itu juga ada program bantuan terhadap lansia, disable yang tetap berjalan sampai sekarang sebagai salah satu visi dan misi kepemimpinan kita sebagai kota sayang lansia dan sayang disabilitas,” ucap Fadly.

Komitmen di sektor sosial lainnya, tahun ini pihaknya memberikan peluang kerja dengan memberangkatkan masyarakat ke luar negeri. Termasuk jaminan pada BPJS Ketenagakerjaan.

Jaminan kesehatan terhadap masyarakat Padangpanjang pun sudah digratiskan. Targetnya adalah mencegah risiko sosial terhadap masyarakat, jika suatu ketika menghadapi suatu permasalahan yang bermuara merosotnya tingkat kesejahateraan.

Proyeksi tahun ketiga melalui APBD 2021 mendatang, Faldy Amran dan Asrul menegaskan sejumlah program prioritas merupakan pekerjaan yang tertunda karena kondisi refocusing kebijakan dan anggaran di masa pandemi Covid-19.  Di antaranya lanjutan pembenahan pasar, penyediaan tanah sport centre, rest area yang akan dikolaborasikan dengan swasta.

“Khusus rest area ini salah satu fokus kita untuk mendorong peningkatan ekonomi masyarakat. Ini juga kita lihat menjadi salah satu keunggulan Padangpanjang, karena memiliki rest area yang sangat strategis dan bagus, dan tidak kita liat ada di daerah lainnya di Sumbar.

Kemudian, mewujudkan Pasar Pusat Padangpanjang menjadi pasar yang tacilak. Sedikitnya ada sekitar Rp25 miliar akan kita kucurkan untuk pembenahan pasar nantinya,” pungkas Fadly sembari menyebut sejumlah target program pembangunan yang harus tuntas di 2021 mendatang.

Bertabur Prestasi

Meski dalam segala keterbatasan mewujudkan jalannya pemerintahan yang merakyat, duet Fadly Amran Dt Paduko Malano dengan Asrul mampu mengukir sederetan prestasi ditengah harus fokus dalam penanganan wabah Covid-19.

Melalui program kebijakan di sektor pertanian, Pemerintah Kota (Pemko) Padangpanjang pada Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) berhasil meraih Juara III Lomba Cipta menu B2SA Tingkat Nasional dari Mentri Kementrian dan Peringkat III Penilaian Kelembagaan dan Ketenagaan Penyuluhan Kategori Petani Berprestasi tingkat Sumbar.

Demikian juga halnya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Padangpanjang, juga mempersembahkan sederetan penghargaan bagi Pemko Padangpanjang. Masing-masing Penghargaan Nugra Jasa Darma Pustaloka Kategori Pejabat, Juara 1 Pustakawan Berprestasi Tingkat Sumbar, Pengembanagan Perpustakaan dan pembudayaan kegemaran membaca yang dilengkapi Perda.

Pada sektor ekonomi melalui Dinas Perdagangan Koperasi (Perdagkop) dan UMKM, Padangpanjang juga menerima penghargaan Pasar Rakyat terbaik 2019 tingkat Sumbar, Penghargaan dari ICSB Presidential Awards Kategori Policie Maker tingkat Regional, Piala Nata Mukhti Kementrian Koperasi dan Mark Plus 2020, Penghargaan Government Creativity Innovation Enterpreneurship Leadership Awards 2020 (Kategori Wisata berbasis kelurahan, pasar menuju sni, rumah kemasan). Selain itu Kota Padangpanjang sebagai Kota Koperasi Syari’ah Pertama di Sumbar.

“Hal ini dapat terwujud meski di tengah kondisi segala keterbatasan akibat terpaan wabah Covid-19. Sejumlah kebijakan harus direfcusing, termasuk anggaran. Namun berkat dukungan semua elemen masyaraka dan aparatur, kita masih mampu menghasilkan yang terbaik,” tutur Fadly.

Terkusus peran kebijakan dalam penanganan wabah Covid-19, Pemko Padangpanjang melalui Dinas Kesehatan Kota (DKK) juga menorehkan catatan yang cukup membanggakan. Diantaranya disebutkan, Kota Padangpanjang menjadi yang tertinggi di Sumbar dalam Proporsi Persentase Positif Rate total hasil pemeriksaan test PCR/Swab dengan 2,27 persen.

Selain prestasi dalam kondisi pandemi, Pemko Padangpanjang disebutkannya juga memiliki sederetan prestasi di awal tahun kedua berjalan.

Yakni terhadap Sekretariat Kota (Sekko) apresiasi untuk ketepatan alokasi bidang ekonomi dalam penghargaan indeks Kelola 2019 dari Katadata Insight Centre. Kemudian Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) dengan Juara 2 Provinsi untuk pemuda pelopor di bidang agama,sosial dan budaya dan Juara 2 Provinsi pemuda pelopor di bidang pendidikan. Termasuk salah satunya meraih Bronze Winner of Indonesia Tourism Award pada 2020.

Kemudian di Inspektorat, juga meraih capaian LHKPN tahun 2019 dan 2020 dengan 100 persen, berdirinya rumah aspirasi sebagai satusatunya daerah yang memliki tempat pengaduan dan sekretariat bersama komunitas anti korupsi sebagai upaya mewujudkan Kota Padangpanjang kota anti korupsi dan persentasi pengaduan masyarakat yang ditindaklanjuti mencapai 100 persen pada tahun 2019-2020,” beber Wako Asrul menambahkan.

“Alhamdulillah tentu hal ini sangat membanggakan kita semua. Namun bukan berarti kita lantas terlena, karena apresiasi dan prestasi ini merupakan cemeti bagi kita semua, untuk dapat terus mengeksplor diri memberikan yang lebih baik lagi bagi masyarakat dan pembangunan daerah. Termasuk juga dalam penanganan Covid-19, kita juga menerima apresiasi khusus dari Gubernur. Semoga semua ini menjadikan kita terus bersemangat berbuat yang lebih baik lagi untuk dalam mewujudkan Kota Padangpanjang yang Bermarwah dan Bermartabat,” pungkas Fadly bersama Asrul. (*)