Disporapar Terkesan Cuek, Pelanggan PDAM Menjerit

18

Kondisi kolam renang Lubuk Matakucing yang mengeluarkan bau tidak sedap akibat kotoran lumut, menimbulkan keresahan warga di sekitar objek wisata tersebut.

Pantauan di lapangan, sangat disayangkan pengerjaan yang tidak tergolong ringan itu hanya dilakoni dua orang saja dengan bantuan alat seadanya. Hal ini menyebabkan upaya pembersihan lantai kolam renang memakan waktu cukup lama.

Minimnya tenaga kerja yang diturunkan tidak hanya melambatnya upaya pembersihan, namun juga berimbas turut terkurasnya ketersediaan air pada bak intake PDAM Padangpanjang di Lubuk Matakucing itu.

Kabag Teknik PDAM Padangpanjang, Alhadi mengaku miris melihat proses pembersihan kolam renang dengan kondisi sangat kumuh itu hanya diserahkan terhadap dua orang saja. Sehingga lama waktu pengerjaan, juga berimbas terganggunya kualitas suplai air PDAM terhadap pelanggan.

“Yang sangat kita sayangkan, dinas terkait tidak memiliki nawaitu koordinasi dengan kami di PDAM. Kami baru mengetahui adanya pengerjaan tersebut, setelah menelusuri adanya laporan matinya aliran air terhadap pelanggan pada Kamis sore kemarin,” ucap Alhadi di Lubuk Matakucing, Jumat (10/6/2022).

Baca Juga:  Puluhan Doorprize Meriahkan Jalan Santai dan Senam Massal HUT Rl

Disebutkan Alhadi, pengurasan lantai kolam renang yang memakai aliran air dari bak intake PDAM dalam waktu panjang menjadi penyebab tersedotnya ketersediaan air untuk didistribusikan ke pelanggan. Akibatnya ratusan pelanggan di sejumlah kawasan tidak mendapatkan suplai air sudah hampir 24 jam hingga saat ini.

“Pagi ini kami mengerahkan karyawan PDAM untuk membantu. Kita berinisiatif, karena dinas terkait terkesan cuek dengan permasalahan yang telah ditimbulkan. Jika sejak awal ini dikoordinasikan, tentunya banyak solusi yang bisa kita lakukan bersama,” tutur Alhadi.

Sementara Bidang Pariwisata Disporapar Padangpanjang, saat berusaha dikonfirmasi melalui selulernya belum berhasil dihubungi, meski kontak telepon tersambung. (ava)