Bekal ke Timur Tengah, Ponpes Kauman Gelar Pelatihan Membaca Kitab Kuning

7

Mudir Pondok Pesantren (Ponpes) Kauman Muhammadiyah, Dr Derliana MA membuka Pelatihan Kunci Membaca Kitab Kuning Cepat. Kegiatan yang diadakan Majelis Tafakkuh Fiddin ini, berlangsung di Aula FKIP Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB), Sabtu (12/3).

Derliana menyampaikan, alumni Kauman harus mampu membaca dan memahami kitab kuning. Dengan modal seperti ini, akan memudahkan bagi santri menuntut ilmu di luar negeri, khususnya di Timur Tengah (Timteng).

“Saat ini alumni kita sudah banyak yang melanjutkan pendidikannya di Timur Tengah. Hanya saja sebelum mereka benar-benar kuliah, mereka juga mengikuti kelas persiapan bahasa Arab. Kelas persiapan bahasa Arab itulah yang saat ini kita lakukan di sini. Kita akan terus berusaha untuk persiapan santri agar dalam proses pembelajaran di sana lebih mudah mereka ikuti,” ungkapnya.

Ditambahkannya, tidak hanya kelas bahasa Arab yang menjadi program ponpes saat ini, tapi juga kelas Bahasa Turki yang secara intens dilakukan setiap harinya. Pembekalan bahasa seperti ini, semata-mata untuk memberikan persiapan yang lebih matang kepada santri ketika nantinya mereka dinyatakan lulus perguruan tinggi Timur Tengah. Inilah bentuk out of the box dari program ponpes.

Baca Juga:  Siswa SMPN 6 Padangpanjang Ciptakan Aplikasi Story Teller

Mengangkat tema “Memodernkan yang Klasik, Memahami Kutub At Turas yang Asyik” kegiatan berlangsung satu hari penuh. Menurut Ketua Panitia, Zulfadhly, kegiatan ini dilatarbelakangi adanya santri yang mengalami kesulitan dalam memahami kaidah bahasa Arab yang tertera di kitab-kitab yang menjadi rujukan pendidikan di Timur Tengah. Di samping itu, kalaupun mereka sudah menguasai kaidah tersebut, namun tetap saja ada kendala dalam mengaplikasikannya ke dalam teks berbahasa Arab.

“Kemampuan membaca kitab kuning adalah sebuah maharah atau keterampilan yang harus terus dilatih dan tidak cukup hanya dengan menguasai teori. Kemampuan membaca kitab, laiknya orang yang belajar menyetir mobil. Untuk bisa menyetir mobil dengan baik tidak cukup hanya dengan mempelajari teori. Sebaliknya, diperlukan upaya tindak lanjut melalui sejumlah latihan,” jelasnya.

Kegiatan yang diikuti sebanyak 77 santri ini, menghadirkan pemateri yang merupakan alumni ponpes yang sudah menyelesaikan pendidikannya di Al Azhar Kairo, Mesir. Mereka adalah Warnadi Lc, Emri Agus Lc. Diperkuat pemahaman tentang kitab kuning oleh Direktur Majelis Tafakkuh Fiddin, Insan Adha Hasibuan. (*)