Isolasi Mandiri tak Efektif, Wako Fadly: Perantau yang Pulang Dikarantina

Wali Kota Padangpanjang Fadly Amran. (Foto: Diskominfo)

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Padangpanjang akan bersikap lebih tegas terhadap siapa saja yang baru kembali atau datang dari luar provinsi, terutama dari daerah yang sudah terpapar pandemi korona.

“Mereka akan dipaksa menjalani karantina di dua lokasi yang telah disiapkan pemko, yakni di Balai Latihan Kerja (BLK) Ngalau dan Balai Benih Ikan (BBI) Gajah Tanang. Lokasinya sudah kita siapkan dan sudah dikunjungi gubernur beberapa waktu lalu,” tegas kata Wali Kota Padangpanjang, Fadly Amran, Minggu (12/4).

Menurut Fadly, sikap tegas tersebut diambil lantaran masih ada orang yang pulang atau kembali dari luar provinsi, enggan menjalani karantina di dua lokasi tersebut. Sebagian besar mereka berdalih menjalani karantina mandiri saja di rumah masing-masing.

“Pada awalnya kita beri peluang karantina mandiri. Namun pengawasannya sulit, kita tidak bisa memastikan mereka benar-benar tidak ke luar rumah selama 14 hari. Lantaran itulah kita buat kebijakan, mereka harus dikarantina di BLK atau BBI lebih dulu sebelum pulang ke rumah. Harus diingat, ini kita lakukan demi kesehatan semua warga Kota Padangpanjang dan memutus mata rantai penularan Covid-19,” tegasnya.

Dengan dikarantina di dua lokasi itu, mereka tentunya bisa diawasi dengan ketat. Di dua lokasi itu telah disiapkan dokter, perawat, bidan, ahli gizi dan tenaga kesehatan lainnya.

“Kalau masa karantina habis dan mereka sehat-sehat saja, mereka boleh pulang,” tambah Sekko Sonny Budaya Putra.

Berdasarkan informasi dari Kepala BPBD Kesbangpol Padangpanjang, Marwilis, jumlah pasien yang dikarantina di dua lokasi yang telah disiapkan pemko tersebut, hingga Minnggu (12/4) berjumlah dua orang.

“Satu orang sudah menjalani karantina beberapa hari, sedangkan satu lainnya baru masuk Minggu (12/4) sore.

Pasien yang telah beberapa hari menjalani karantina adalah perantau yang berasal dari Tangerang. Sedangkan yang baru menjalani karantina warga yang baru pulang dari Jakarta,” jelas Marwilis.

Dijelaskan Marwilis, selama masa karantina, mereka diawasi secara ketat dan diberikan pendampingan serta makanan bergizi serta vitamin oleh tim kesehatan.

“Setelah masa karantina habis, baru mereka dibolehkan pulang,” tambah Kepala Dinas Kesehatan, Nuryanuwar.

Nuryanuwar mengatakan, sebagai antisipasi, dirinya sudah menjelaskan kepada tenaga medis yang ditugaskan di lokasi karantina tentang tata cara menangani pasien yang sedang karantina.(esg)