Paud Itu Penting

15
Nurlaila Tussubha, S.PdI, Guru TK Kota Padangpanjang

Pendidikan yang sangat fundamental dan membutuhkan perhatian bersama adalah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Pandemi covid-19 mengajarkan kepada orang tua betapa sangat dibutuhkannya dan tidak mudah mendidik anak usia dini.

Guru anak usia dini menjadi sosok yang sangat dirindukan. Penampilan, keramahan, pendekatan yang bersahabat dan kasih sayang, sentuhan, pelukan, nyanyian, cerita dan tepuk, menjadi alasan mengapa anak usia dini lebih suka belajar bersama bu guru di sekolah.

Anak usia dini adalah anak yang berada pada usia sejak lahir hingga delapan tahun (Unesco, 2012). Ki Hajar Dewantara menyebutkan anak usia dini adalah anak di bawah usia tujuh tahun, yang berada pada masa peka (gevoelige periode).

Pada usia tersebut anak berada pada masa keemasan atau golden age. Artinya adalah pertumbuhan dan perkembangan anak pada usia dini berjalan sangat pesat. Perkembangan otak anak mengalami lompatan yang luar biasa. Ibarat spons, apa saja yang diberikan, akan diserap anak dan akan berdampak pada saat dewasa kelak.

Menurut Montessori masa usia dini memiliki masa kritis. David Sousa menyebutnya sebagai jendela kesempatan. Artinya masa itu terjadi sangat singkat dalam rentang kehidupan manusia, berjalan pesat pada waktu tertentu dan akan mati serta tidak akan muncul lagi bila tidak diberi kesempatan untuk berkembang tepat pada waktunya. A

nak usia dini juga disebut sebagai peniru ulung dan selalu ingin mencoba hal baru. Sementara itu anak usia dini belum tahu mana yang baik mana yang buruk, mana yang salah dan mana yang benar.

Karena itu mendidik anak usia dini bukan hanya pada aspek kognitif saja. Apa yang dilakukan dan ditirukan anak usia dini membutuhkan pendampingan dan control dari orang dewasa, agar anak memiliki kebiasaan yang sesuai nilai agama dan moral masyarakat.

Theodore Roosevelt mengemukakan, bahwa mendidik seseorang hanya dalam aspek kecerdasan otak, bukan pada aspek moral, adalah ancaman marabahaya dalam masyarakat.

Perpres Nomor 60 Tahun 2013 tentang PAUD HI (Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif) yaitu upaya pengembangan anak usia dini yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan esensial anak yang saling terkait satu sama lain, dan terintegrasi.

Baca Juga:  Kasus Penyakit Mulut dan Kuku Belum Ditemukan di Padangpanjang

Untuk melaksanakan ketentuan pada Perpres tersebut dibentuklah Peraturan Menko bidang Kesejahteraan Rakyat No 6 Tahun 2014 tentang Sub Gugus Tugas PAUD HI yang dioptimalkan pelaksanaannya dengan Permenko Bidang Pembanguna dan Kebudayaan RI Nomor 1 Tahun 2019.

Layanan PAUD HI di satuan PAUD meliputi pendidikan, kesehatan, gizi dan perawatan, pengasuhan, perlindungan, dan kesejahteraan. Pendidikan anak usia dini bukan sekedar tanggung jawab guru di sekolah, namun melibatkan banyak pihak terkait.

Berdasarkan perpres di atas, menunjukkan betapa PAUD itu penting. Orang tua berperan besar dalam membentuk anak diusia emas Semenjak awal kehamilan sampai 1000 hari pertama kehidupan yakni sampai usia dua tahun, bahkan menurut ahli perkembangan otak sampai anak usia tiga tahun. Kebutuhan nutrisi yang halal, sehat dan seimbang serta stimulasi perkembangan otak harus dipenuhi dengan baik.

Guru atau pendidik anak usia dini yang berkualitas juga menjadi penentu kesuksesan anak diusia emas. Memberikan pelayanan, menyediakan sarana dan prasarana untuk menstimulasi aspek tumbuh kembang anak usia dini dalam mewujudkan sekolah ramah.

Pengukuran berat tinggi badan serta lingkar kepala anak secara rutin, diharapkan dapat memantau kesehatan anak dan menghindari stunting lebih dini. Seluruh pihak yaitu orang tua, sekolah dan masyarakat yang didukung oleh pemerintah melalui instansi terkait dalam satgas PAUD-HI, yang didukung oleh organisasi mitra PAUD (IGTKI, HIMPAUDI dan IGRA), diharapkan bergerak bersama melayani anak usia dini.

Menjaga kesehatan, memberikan pendidikan sesuai dengan tahapan usia dan kematangan anak, memberikan pengasuhan positif, melindungi dan menjaga keselamatan anak dari bahaya, ancaman dan kekerasan fisik maupun psikhis, serta memperhatikan kesejahteraan.

Hal yang juga menjadi perhatian utama adalah cara belajar anak usia dini berbeda dengan orang dewasa. Dunia anak usia dini adalah bermain. Menurut Froebel, bermain adalah kegiatan yang menyenangkan, berpusat pada anak, dan fleksibel.

Interaksi sosial dalam permainan dapat meningkatkan perkembangan intelektual, sosial, emosional juga spiritual. PAUD itu penting, harus terus dimasyarakatkan. Peran media sosial baik cetak maupun elektronik sangat dibutuhkan, agar terwujud generasi emas Indonesia, yang beriman, sahat, cerdas, ceria dan berakhlak mulia.(*)