Waspada Lonjakan Pemudik, Pintu Masuk Padangpanjang Diperketat

Pengawasan di pintu masuk Kota Padanganjang diperketat untuk pencegahan penyebaran virus Covid-19. (Foto: Diskominfo)

Tim gabungan yang terdiri dari tenaga medis, TNI, Polri, PMI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, BPBD dan relawan memperketat pemeriksaan di tiga posko perbatasan di Kota Padangpanjang.

“Setiap kendaraan yang masuk akan diperiksa, apalagi yang datang dari luar provinsi menuju Padangpanjang,” tegas Sekretaris Gugus Tugas Covid-19 Padangpanjang, Aswirman di Posko Kacang Kayu, Minggu (12/4).

Pengetatan pengawasan dilakukan karena tidak lama lagi akan memasuki bulan Ramadhan sehingga diperkirakan arus orang yang melintas dan masuk kota mengalami peningkatan.

“Biasanya setiap jelang masuknya bulan Ramadhan banyak perantau atau pemudik pulang kampung. Maka, perlu dilakukan peningkatan pemantauan di beberapa titik pintu masuk Kota Padangpanjang sebagai upaya pencegahan Covid-19,” kata Aswirman.

Dalam sehari, katanya lebih dari 200 kendaraan yang masuk Kota Padangpanjang dan didata lewat posko tersebut. Baik minibus, mobil pribadi dan travel dengan rata-rata penumpang 6-5 orang.

Namun, tidak semua kendaraan yang masuk itu tujuannya Padangpanjang. Sebagian hanya lewat atau singgah. “Jumlah orang kategori ini sekitar 100 orang per hari,” ujarnya.

Sebelumnya, Wali Kota Padangpanjang Fadly Amran menegaskan, siapapun yang baru kembali atau datang dari luar provinsi ke Kota Padangpanjang, terutama dari daerah zona merah Covid-19, dipaksa menjalani karantina di dua lokasi yang telah disiapkan pemko, yakni BLK Ngalau dan BBI Gajah Tanang.

Menurut Fadly, sikap tegas itu diambil lantaran masih ada orang yang pulang atau kembali dari luar provinsi, enggan menjalani karantina di dua lokasi tersebut. Sebagian besar mereka berdalih menjalani karantina mandiri saja di rumah masing-masing.

“Pada awalnya kita memberi peluang karantina mandiri. Namun pengawasannya sulit, kita tidak bisa memastikan mereka benar-benar tidak ke luar rumah selama 14 hari. Lantaran itulah kita buat kebijakan, mereka harus dikarantina di BLK atau BBI lebih dulu sebelum pulang ke rumah,” tegasnya.(rel/esg)